Waspadai & Kenali Gejala Bila Terasa Sakit di Anus Saat BAB

Waspadai & Kenali Gejala Bila Terasa Sakit di Anus Saat BAB

Waspadai & Kenali Gejala Bila Terasa Sakit di Anus Saat BAB – Sesekali mengalami buang air besar sakit merupakan hal yang normal. Namun, jika nyeri terus-menerus terasa setiap kali buang air besar, hal tersebut patut untuk diwaspadai.

Pasalnya, ada beberapa penyakit serius yang dapat menyebabkan timbulnya rasa sakit saat buang air besar. Sebagian penyakit penyebab buang air besar sakit memang dapat diobati dengan mudah. Namun, Anda juga perlu waspada, karena beberapa penyakit lainnya merupakan masalah kesehatan serius.

Abses anus atau abses anorektal—juga dikenal sebagai abses anal, abses rektal, abses perianal, atau abses perirektal tergantung lokasinya—adalah kondisi login idn poker88 menyakitkan di mana kumpulan nanah atau abses berkembang di dekat anus atau dubur. Pada kebanyakan kasus, abses anus adalah akibat dari infeksi dari kelenjar-kelenjar di sekeliling anus.

1. Apa itu abses anus?
Sakit di Anus yang Terasa Menusuk saat BAB? Waspadai Abses Anus

Abses anus adalah adalah rongga berisi nanah yang terbentuk di dalam alur saluran anus (disebut sinus anal).

Merujuk laporan publikasi StatPearls, kondisi ini paling sering disebabkan oleh akumulasi bakteri umum di jaringan yang rentan atau terganggu. Ketika tubuh mencoba mengendalikan infeksi, sel darah putih yang terbunuh dalam pertempuran dan cairan tubuh lainnya mulai terkumpul di jaringan, kemudian membentuk kantong nanah.

Menurut laporan dalam jurnal Clinical & Experimental Immunology tahun 2008, abses dapat terbentuk di dekat atau di dalam anus atau berkembang jauh lebih tinggi di rektum itu sendiri. Sementara abses dapat terbentuk secara spontan tanpa alasan yang jelas, biasanya ini berhubungan dengan penyakit gastrointestinal, gangguan usus, penekanan kekebalan, hingga obat-obatan tertentu.

Dilansir Patient, abses anorektal diklasifikasikan menurut lokasi anatominya, di antaranya:

  • Abses perianal: paling umum yaitu sebanyak 60 persen
  • Abses ischiorectal: sekitar 20 persen
  • Abses intersphincteric: sekitar 5 persen
  • Abses supralevator: sekitar 4 persen
  • Abses postanal
2. Tanda dan gejala abses anus
Sakit di Anus yang Terasa Menusuk saat BAB? Waspadai Abses Anus

Mengutip Verywell Health, abses anus biasanya pertama kali dikenali karena nyeri tumpul dan berdenyut di anus atau rektum, sering disertai nyeri tajam saat buang air besar.

Abses perianal adalah jenis abses yang paling umum dan umumnya dapat diidentifikasi secara visual karena terjadi di lapisan atas jaringan. Saat disentuh, benjolan biasanya akan terasa lunak, merah, dan hangat.

Sebaliknya, abses perirektal cenderung membentuk jaringan yang lebih dalam dan sering kali lebih terasa daripada terlihat. Dari kedua jenis tersebut, infeksi perirektal cenderung lebih serius.

Saat nanah mulai berkonsolidasi dan membentuk massa yang teraba, gejala lain dari abses anorektal muncul, termasuk:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Sembelit
  • Cairan dan pendarahan rektal
  • Merasa perlu ke kamar mandi padahal tidak
  • Rasa sakit yang meningkat dan sering konstan, memburuk dengan gerakan atau saat duduk

Bila mengalami gejala-gejala ini, penting untuk menemui dokter dan menjalani pemeriksaan menyeluruh.

Bila tidak diobati, abses dapat menyebabkan perkembangan fistula ani, koneksi terowongan yang abnormal antara kulit di sekitar anus dan saluran dubur atau atau saluran anus tempat tinja dan nanah dapat mengalir. Ini mungkin memerlukan operasi intensif dan periode pemulihan yang lama.

Jika penderitanya mengalami demam tinggi (lebih dari 38 derajat Celcius), menggigil kedinginan, muntah terus-menerus, ketidakmampuan untuk buang air besar, atau nyeri dubur (dengan atau tanpa buang besar), segera cari pertolongan medis. Ini mungkin menandakan infeksi sistemik yang telah menyebar dari tempat abses ke dalam aliran darah.

Tanpa perawatan yang cepat dan tepat, infeksi sistemik semacam ini bisa menyebabkan sepsis, syok toksik, dan bahkan kematian.

3. Penyebab abses anus
Sakit di Anus yang Terasa Menusuk saat BAB? Waspadai Abses Anus

Kelenjar dubur yang tersumbat, penyakit menular seksual, atau fisura anus yang terinfeksi dapat menyebabkan abses dubur. Beberapa faktor risiko lainnya termasuk:

  • Penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, yaitu penyakit radang usus yang menyebabkan tubuh menyerang jaringan yang sehat
  • Diabetes
  • Sistem kekebalan yang terganggu karena penyakit seperti HIV atau AIDS
  • Seks anal, yang dapat meningkatkan risiko abses anal pada laki-laki dan perempuan
  • Penggunaan obat prednison atau steroid lainnya
  • Kemoterapi saat ini atau baru-baru ini
  • Sembelit
  • Diare

Balita atau anak-anak yang memiliki riwayat fisura anus (robek pada sfingter anus) juga berisiko lebih tinggi terkena abses anus di kemudian hari. Fisura anus seperti itu mungkin terjadi pada anak-anak yang memiliki riwayat konstipasi.

4. Diagnosis abses anus
Sakit di Anus yang Terasa Menusuk saat BAB? Waspadai Abses Anus

Abses anus paling sering didiagnosis melalui pemeriksaan fisik, di mana dokter memeriksa daerah tersebut untuk nodul yang khas. Dokter juga akan memeriksa rasa sakit, kemerahan, dan pembengkakan di daerah anus.

Pada beberapa orang, mungkin tidak ada tanda-tanda abses yang terlihat pada permukaan kulit di sekitar anus mereka. Dokter akan menggunakan alat yang disebut endoskop untuk melihat ke dalam saluran anus dan rektum bawah. Kadang abses mungkin terletak lebih dalam daripada yang bisa ditemukan oleh pemeriksaan fisik. Dokter juga bisa memesan MRI atau ultrasound untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik.

Tes lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memastikan penyakit Crohn bukan merupakan faktor penyebab. Dalam kasus ini, tes darah, pencitraan, dan kolonoskopi mungkin diperlukan.

5. Pengobatan abses anus
Sakit di Anus yang Terasa Menusuk saat BAB? Waspadai Abses Anus

Abses anus jarang hilang tanpa pengobatan. Perawatan paling sederhana adalah dokter mengeluarkan nanah dari area yang terinfeksi. Dokter Anda akan menggunakan obat bius di area abses.

Apabila tidak diobati, abses anus bisa berubah menjadi fistula ani yang menyakitkan, yang mungkin perlu perawatan lebih lanjut. Menurut American Society of Colon and Rectal Surgeons, sekitar 50 persen orang yang memiliki abses anus pada akhirnya akan mengembangkan fistula ani. Fistula adalah lubang abnormal di kulit dekat anus dan umumnya membutuhkan pembedahan.

Kalau ukuran abses anus sangat besar, pembedahan mungkin diperlukan. Dalam beberapa kasus, kateter dapat digunakan untuk memastikan abses benar-benar mengalir. Abses yang telah dikeringkan biasanya dibiarkan terbuka dan tidak memerlukan jahitan. Bila pasien mengidap diabetes atau punya sistem kekebalan tubuh yang lemak, dokter mungkin akan merekomendasikan rawat inap selama beberapa hari untuk memantau bila terjadi infeksi.

Setelah operasi, pasien disarankan untuk mandi air hangat. Duduk di air hangat akan membantu mengurangi pembengkakan dan memungkinkan drainase abses lebih banyak.

Dokter mungkin juga meresepkan antibiotik jika pasien memiliki sistem kekebalan yang terganggu atau jika infeksi telah menyebar.

6. Cara mencegah abses anus
Sakit di Anus yang Terasa Menusuk saat BAB? Waspadai Abses Anus

Tidak ada cara pencegahan abses anus yang jelas. Namun, ada beberapa langkah yang dilakukan, antara lain:

  • Melindungi diri dari penyakit menular seksual dan pengobatan segera penting untuk infeksi apa pun
  • Penggunaan kondom, terutama selama seks anal, adalah kunci dalam mencegah penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan abses anus
  • Menjaga kebersihan area dubur sangat penting baik bagi anak-anak maupun orang dewasa

Abses anus dapat menyebabkan komplikasi, tetapi dapat diobati. Bila mengalami gejala ketidaknyamanan atau rasa sakit di anus, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar bisa diketahui penyebabnya dan mendapat penanganan tepat.

Pengobatan yang mungkin diberikan pada penderita kanker anus antara lain adalah kemoterapi, perawatan radiasi, atau operasi pengangkatan tumor. Pengobatan yang dilakukan sedini mungkin dapat membantu menghentikan pertumbuhan sel kanker dan mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi.

Buang air besar sakit dapat disebabkan berbagai macam penyakit sehingga gejala ini perlu diwaspadai. Secara umum, gejala ini dapat dicegah dan diatasi dengan menjaga pola hidup yang sehat, minum air yang cukup sekitar 6–8 gelas per hari, mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, dan aktif berolahraga.

Namun jika Anda merasakan sakit berkelanjutan setiap kali buang air besar, apalagi jika disertai demam, kelelahan yang tidak biasa, nyeri berat pada perut dan punggung, benjolan di sekitar anus, dan perdarahan atau keluarnya cairan dari anus sekitar anus, segera konsultasikan dengan dokter.