Makanan yang Sebaiknya Dihindari Bagi Kamu masalah Paru-paru

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Bagi Kamu masalah Paru-paru

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Bagi Kamu masalah Paru-paru – Paru-paru merupakan sepasang organ yang memiliki tekstur kenyal dan berisi udara, dibantu oleh Trakea dalam penghantaran udara. Kita semua butuh makanan untuk beraktivitas, termasuk bernapas. Bagi kamu yang punya masalah dengan paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas, kamu butuh lebih banyak energi untuk bernapas daripada kebanyakan orang.

Paru-paru berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Paru-paru mengambil oksigen dari udara yang dihirup kemudian masuk ke aliran darah dan didistribusikan ke seluruh bagian sel, Pola makan yang baik bisa sangat membantu karena dapat menjaga berat badan tetap ideal untuk mendukung pernapasan agar tidak makin parah.

Menghindari makanan yang dapat menguras energi dan memicu gejala akan membantumu bernapas sedikit lebih mudah, inilah daftar makanan yang sebaiknya dihindari bila kamu punya masalah paru-paru.

1. Natrium atau garam
5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Orang dengan Masalah Paru-paru

Konsumsi terlalu banyak garam bisa menyebabkan tubuh menahan cairan, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan sesak napas. Batasan asupan natrium yang dapat dikonsumsi oleh setiap orang berbeda-beda. Jadi, tanyakan ini kepada dokter tentang berapa banyak natrium yang bisa kamu konsumsi dari makanan. Perhatikan juga label makanan dan baca kandungan natriumnya.

Secara umum, kamu harus mencari produk dengan kadar natrium kurang dari 140 mg per porsi. Kamu mungkin juga perlu berkonsultasi dengan ahli gizi mengenai strategi untuk mengurangi asupan natrium, seperti menghindari makanan kalengan dan menggunakan rempah-rempah sebagai pengganti garam untuk membumbui makanan.

2. Alkohol
5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Orang dengan Masalah Paru-paru

Minum alkohol berlebihan tidak baik untuk hati dan paru-paru. Alkohol mengandung sulfit yang bisa memperburuk gejala asma, dan kandungan etanolnya memengaruhi sel paru-paru. Konsumsi alkohol terlalu banyak meningkatkan kemungkinan seseorang terkena pneumonia dan masalah paru-paru lainnya.

Pakar kesehatan tidak merekomendasikan siapa pun untuk mulai minum alkohol. Bagi kamu yang sudah terlanjur minum alkohol, sebaiknya segera kurangi dan batasi konsumsinya.

3. Sayuran pemicu gas
5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Orang dengan Masalah Paru-paru

Tidak semua jenis sayuran cocok untuk semua orang. Makanan yang cenderung menyebabkan perasaan kembung dan penuh gas bukanlah pilihan yang baik bagi orang-orang dengan masalah paru-paru. Perut yang penuh atau kembung dapat membuat pernapasan menjadi tidak nyaman.

Beberapa sayuran yang menyebabkan perut bergas adalah brokoli, kubis Brussel, bawang merah, kubis, dan sauerkraut. Selain itu, gorengan dan makanan berlemak juga menimbulkan masalah bagi orang-orang dengan gangguan paru-paru. Jadi, jauhi sayuran pemicu gas dan pastikan untuk mengganti sayuran dengan yang lain yang lebih mudah dicerna dan tetap memberi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

4. Soda
5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Orang dengan Masalah Paru-paru

Konsumsi soda bisa terasa sulit bagi orang-orang yang memiliki masalah pernapasan. Soda mengandung karbon dioksida, yang menyebabkan perut kembung dan gas, membuat pernapasan menjadi lebih sulit.

Selain itu, tingginya kandungan gula dan pemanis pengganti gula dalam soda terbukti menyebabkan peradangan, yang dapat berdampak negatif pada pernapasan. Kalori soda yang tinggi juga dapat menyebabkan obesitas, yang membuat bernapas menjadi lebih sulit.

5. Karbohidrat sederhana
5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Orang dengan Masalah Paru-paru

Makanan berkarbohidrat sering diidentikkan sebagai sumber energi. Namun, kenyataannya, karbohidrat sederhana, seperti kue kering, roti putih, dan pai, menyebabkan tubuh menahan terlalu banyak karbon dioksida. Ini sering menyebabkan penurunan energi setelah makan makanan berkarbohidrat sederhana dan dapat membuat kamu merasa lelah dan lemah.

Jadi, cobalah untuk mengurangi konsumsi sumber karbohidrat sederhana, utamanya bagi individu yang memiliki masalah pernapasan. Ini memungkinkan tubuh memiliki lebih banyak energi untuk bernapas dengan baik.