Kondisi yang Bisa Jadi Penyebab Sakit Kepala Terus-menerus

Kondisi yang Bisa Jadi Penyebab Sakit Kepala Terus-menerus

Kondisi yang Bisa Jadi Penyebab Sakit Kepala Terus-menerus – Sakit kepala adalah rasa sakit atau nyeri di kepala, yang bisa muncul secara bertahap atau mendadak. Nyeri bisa muncul di salah satu sisi kepala, atau di seluruh bagian kepala. Sakit kepala adalah keluhan umum yang sering dialami dalam keseharian yang bisa mengganggu. Sakit kepala juga punya beberapa tipe, dari yang ringan hingga kronis.

Sakit kepala bisa terasa ringan hingga berat, dan dapat berlangsung beberapa jam hingga berhari-hari. Umumnya sakit kepala dapat diobati dengan obat-obatan antinyeri yang  dijual bebas. Namun, bagaimana jika kamu mengalami sakit kepala terus-menerus atau berkepanjangan? Sakit kepala yang terjadi selama 15 hari atau lebih dalam sebulan, merupakan kategori sakit kepala yang cukup serius (kronis).

Selain itu, sakit kepala harian (primer) kronis tidak memiliki penyebab mendasar yang dapat diidentifikasi. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab sakit kepala terus-menerus atau sakit kepala harian kronis non-primer yang perlu diwaspadai.

1. Pendarahan otak
5 Penyebab Sakit Kepala Terus-menerus yang Perlu Diwaspadai

Dilansir WebMD, pendarahan otak adalah salah satu jenis stroke yang disebabkan oleh arteri di otak yang pecah dan menyebabkan pendarahan lokal di jaringan sekitarnya. Hal ini merupakan kondisi yang berbahaya dan harus ditangani secepatnya.

Biasanya, pendarahan pada otak akan menimbulkan sakit kepala secara tiba-tiba dan beberapa kelemahan pada saraf tubuh.

2. Meningitis
5 Penyebab Sakit Kepala Terus-menerus yang Perlu Diwaspadai

Infeksi bakteri seperti meningitis juga dapat menyebabkan sakit kepala secara terus-menerus. Bakteri dapat masuk ke aliran darah dan berjalan ke otak dan sumsum tulang belakang, sehingga menyebabkan meningitis bakterial akut.

Meningitis sering kali ditandai dengan sakit kepala yang diiringi dengan rasa mual dan muntah.

3. Peningkatan tekanan intrakranial
5 Penyebab Sakit Kepala Terus-menerus yang Perlu Diwaspadai

Cedera otak atau kondisi medis lainnya dapat menyebabkan tekanan yang meningkat di dalam tengkorak. Seperti yang dijelaskan di laman Johns Hopkins Medicine, kondisi berbahaya ini disebut peningkatan tekanan intrakranial atau intracranial pressure (ICP) dan dapat menyebabkan sakit kepala.

Sakit kepala jenis ini adalah keadaan darurat dan membutuhkan perhatian medis segera. Hal ini sering ditandai dengan:

  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur
  • Merasa kurang waspada dari biasanya
  • Muntah
  • Perubahan perilaku
  • Kelemahan atau masalah saat bergerak atau berbicara
  • Kurang energi atau kantuk
4. Tumor otak
5 Penyebab Sakit Kepala Terus-menerus yang Perlu Diwaspadai

Tumor otak adalah kumpulan, atau massa, sel abnormal di otak. Dilansir Healthline, tumor otak bisa bersifat kanker (ganas) atau non-kanker (jinak).

Ketika tumor jinak atau ganas tumbuh, hal itu dapat menyebabkan tekanan di dalam tengkorak meningkat. Ini bisa menyebabkan kerusakan otak dan bisa mengancam nyawa.

Sakit kepala merupakan gejala yang paling umum dialami oleh pasien tumor otak. Gejala lainnya juga dapat berupa:

  • Muntah
  • Penglihatan kabur atau penglihatan ganda
  • Kebingungan
  • Kejang (terutama pada orang dewasa)
  • Kelemahan anggota tubuh atau bagian wajah
  • Perubahan fungsi mental
5. Cedera otak traumatis
5 Penyebab Sakit Kepala Terus-menerus yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan keterangan dari American Association of Neurological Surgeons, cedera otak traumatis atau traumatic brain injury (TBI) adalah gangguan pada fungsi normal otak yang dapat disebabkan oleh pukulan, benturan, atau sentakan pada kepala. Ini juga kondisi ketika kepala yang tiba-tiba dengan keras mengenai suatu benda atau ketika suatu benda menembus tengkorak dan masuk ke jaringan otak.

Gejala TBI bisa ringan, sedang, atau parah, tergantung pada tingkat kerusakan otak. Kasus ringan dapat menyebabkan perubahan singkat pada kondisi mental atau kesadaran. Kasus yang parah dapat mengakibatkan ketidaksadaran, koma, atau bahkan kematian.