Makanan Sehat yang Dapat Dikonsumsi Ibu Sesudah Melahirkan

Makanan Sehat yang Dapat Dikonsumsi Ibu Sesudah Melahirkan

Makanan Sehat yang Dapat Dikonsumsi Ibu Sesudah MelahirkanMakanan sehat adalah makanan yang seharusnya mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tubuh memerlukan berbagai macam nutrisi agar dapat tetap sehat dan pertumbuhan dapat berjalan dengan optimal. Setelah melahirkan, Anda pasti tak sabar ingin makan semua hal yang dipantang ketika hamil, misalnya sashimi, kopi, durian, mi instan, dan sebagainya.

Beberapa ibu lainnya malahan ingin sesegera mungkin mengembalikan bentuk tubuh ke ukuran sebelum hamil. Satu hal yang perlu Anda ingat adalah sekarang Anda sudah menjadi ibu menyusui. Tentunya apa yang Anda makan akan memengaruhi kualitas ASI dan nutrisi yang diserap bayi. 

Sebenarnya tak peduli berapa angka di timbangan, Dilansir dari Aplikasi IDN Poker77 yang terpenting adalah memberikan asupan bergizi bagi tubuh selama masa menyusui. Namun bila Anda memang berfokus untuk menurunkan angka di timbangan pasca melahirkan, Anda perlu mengatur pola makan. Makanan diet ibu menyusui haruslah sehat dan bernutrisi sehingga tidak mengganggu produksi ASI.

Apa saja makanan diet ibu menyusui yang bisa Anda konsumsi? 

1. Ikan

Ikan yang Mudah Ditemukan di Pasar Ini Baik untuk Jantung, Bisa Jadi Pengganti Salmon! - Semua Halaman - Bobo

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Semakin banyak Anda makan ikan, semakin tinggi kandungan asam lemak omega 3 dalam ASI Anda.

Asam lemak omega 3 amat penting untuk perkembangan mata dan otak bayi. Mengonsumsi asam lemak omega 3 juga baik untuk Anda karena dapat mencegah penyakit jantung dan kanker.

Lalu ikan apa saja yang baik untuk ibu menyusui? Mungkin Anda sering mendengar bahwa ikan salmon banyak direkomendasikan karena kaya omega 3. Namun, ada beberapa ikan lokal yang juga memiliki asam lemak ini, misalnya ikan kembung, ikan bandeng, dan ikan cakalang.

2. Produk Susu Rendah Lemak

Ini Dia 6 Rekomendasi Susu Rendah Lemak yang Nikmat dan Tidak Bikin Gemuk!

Manakah yang lebih Anda sukai antara yogurt, susu, atau keju? Produk susu merupakan bagian penting untuk diet ibu menyusui. Susu dapat memberikan tambahan vitamin D, menyediakan protein dan vitamin B. Selain itu, susu juga merupakan sumber kalsium terbaik.

Jika ibu mengonsumsi susu akan sangat baik untuk pertumbuhan tulang bayi. Dengan menambahkan setidaknya tiga cangkir susu setiap hari pada pola makan diet akan sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan kalsium dan energi bagi ibu dan bayi.

3. Daging Sapi tanpa Lemak

Daging Sapi Merah untuk Diet - Gaya Tempo.co

Daging sapi yang rendah lemak biasanya di bagian dalam, sekitar leher, sirloin atau has luar, dan tenderloin atau has dalam.

Ibu baru memerlukan tingkat energi yang lebih untuk merawat bayi sepanjang hari. Daging sapi tanpa lemak merupakan makanan kaya zat besi yang dapat menambah tingkat energi. Daging sapi juga kaya akan protein ekstra dan vitamin B-12 yang sangat baik untuk diet ibu menyusui dan bayi.

4. Beras Merah

Diet Nasi Merah, Benarkah Lebih Sehat daripada Nasi Putih?

Beras adalah bagian bulir padi, (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam secara anatomi disebut ‘palea’ (bagian yang ditutupi) dan lemma’ (bagian yang menutupi).

Anda mungkin tergiur untuk segera menghentikan makan karbohidrat demi mencapai berat badan semula. Sebaiknya jangan lakukan itu. Penurunan berat badan yang terlalu cepat justru akan menghentikan produksi ASI.

Cara paling sehat adalah dengan memilih jenis karbohidrat yang baik untuk tubuh. Cobalah ganti beras putih dengan beras merah agar Anda tetap memiliki energi untuk aktivitas sehari-hari. Beras merah akan memberikan kalori yang cukup bagi tubuh sekaligus menjamin kualitas ASI bagi bayi Anda. Bonusnya, beras merah mengandung lebih banyak serat ketimbang gula sehingga cocok untuk makanan diet ibu menyusui.

5. Air

Ini 3 Manfaat Air Putih Buat Tubuhmu : Okezone Lifestyle

Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain.

Ibu menyusui memiliki risiko mengalami dehidrasi karena aktivitas barunya akan menguras tenaga. Untuk menjaga tingkat energi dan produksi susu, pastikan kebutuhan cairan Ibu terpenuhi dengan baik. Ibu dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum jus, susu, atau air putih.

Air putih sangat baik untuk menjaga stamina ibu, sekaligus memenuhi kebutuhan mineral bagi tubuh. Selain itu, batasi konsumsi minuman berkafein, seperti kopi atau teh, maksimal 2-3 cangkir sehari.Mengonsumsi terlalu banyak kafein bagi ibu menyusui dapat menyebabkan bayi menjadi mudah marah dan tidur dengan buruk.