Inilah Penyakit yang Berkaitan dengan Kurangnya Tidur

Inilah Penyakit yang Berkaitan dengan Kurangnya Tidur

Inilah Penyakit yang Berkaitan dengan Kurangnya Tidur – Tidur adalah keadaan istirahat alami pada berbagai binatang menyusui, burung, ikan, dan binatang tidak bertulang belakang seperti lalat buah Drosophila. Pada manusia dan banyak spesies lainnya, tidur penting untuk kesehatan. Tidur cukup dan berkualitas sangat penting karena ini dapat membantu menjaga kesehatan dan pikiran tubuh.

Rekomendasi durasi tidur yang disarankan untuk orang dewasa adalah 7-8 jam setiap harinya. Lalu, bagaimana jika beberapa waktu belakangan pola tidurmu buruk? Sulit tidur sesekali mungkin bukan masalah besar.

Namun, bila pola tidurmu terus-terusan buruk, Dilansir dari Aplikasi IDN Poker77 mungkin itu adalah tanda adanya kondisi medis yang lebih serius. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang berhubungan dengan kualitas tidur yang buruk.

1. Alergi
6 Penyakit yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur yang Buruk

Alergi adalah reaksi abnormal atau reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap suatu zat. Substansi penyebab alergi atau alergen biasanya tidak berbahaya dan tidak mengakibatkan gejala alergi pada orang lain.

Alergen tersebut akhirnya memicu produksi zat yang disebut sebagai histamin yang menyebabkan reaksi alergi.

Rinitis alergi atau hay fever adalah peradangan pada rongga hidung akibat reaksi alergi, yang biasanya dipicu oleh alergen seperti serbuk sari, bulu hewan, atau debu. Gejalanya berupa bersin-bersin, hidung gatal, dan hidung tersumbat. Gejala lain yang juga bisa terjadi meliputi ruam, mata merah dan berair, dan sakit tenggorokan. Gejala-gejala ini cukup buruk pada siang hari, tetapi pada malam hari bisa mengganggu tidur.

2. Gastroesophageal reflux disease
6 Penyakit yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur yang Buruk

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan. Gejala penyakit asam lambung muncul minimal 2 kali dalam seminggu.

Ternyata, menurut National Sleep Foundation (NSF), GERD adalah salah satu penyebab sulit tidur pada usia 45 hingga 64 tahun. Pada pasien GERD, asam dari perut kembali naik ke kerongkongan, menyebabkan mulas dan berpotensi batuk dan tersedak saat penderitanya berbaring. Beberapa gejala GERD lainnya termasuk radang gusi, sakit tenggorokan, serdawa, dan bau mulut.

Kabar baiknya, GERD bisa ditangani dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan lewat pemeriksaan dokter.

3. Sindrom kaki gelisah
6 Penyakit yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur yang Buruk

Sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome/RLS) atau penyakit Willis-Ekbom adalah penyakit saraf yang ditandai dengan sensasi tidak menyenangkan yang menimbulkan dorongan kuat untuk menggerakkan dan menghentakan kaki.

Menurut NSF, jika kamu merasakan sensasi geli, terbakar, atau sakit di kakimu pada malam hari, itu bisa jadi sindrom kaki gelisah. Beberapa pasien menggambarkan sensasi itu sebagai perasaan seolah-olah ada sesuatu yang merangkak, atau mengalir, jauh di dalam otot kaki.

4. Penyakit Parkinson
6 Penyakit yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur yang Buruk

Penyakit Parkinson adalah penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh. Akibatnya, penderita kesulitan mengatur gerakan tubuhnya, termasuk saat berbicara, berjalan, dan menulis.

Gangguan neurodegeneratif seperti demensia, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson sering kali menyebabkan gangguan tidur. Orang dengan Parkinson biasanya dapat tertidur dengan baik, tetapi cenderung terbangun sepanjang malam dan mengalami kesulitan untuk kembali tidur, menurut UCSF Parkinson’s Disease Clinic and Research Center.

Mereka mungkin juga mengalami jenis gangguan tidur lainnya, menurut NSF, seperti mimpi buruk, sindrom kaki gelisah, dan sering buang air kecil pada malam hari.

5. Artritis
6 Penyakit yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur yang Buruk

artritis adalah peradangan yang terjadi pada satu atau beberapa sendi, sehingga menyebabkan sendi menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan.

Dikatakan bahwa bila pasien artritis bisa meningkatkan atau memperbaiki kualitas tidurnya, gejala nyeri yang dirasakan pun bisa berkurang. Namun, sayangnya masalah tidur pada pasien artritis cenderung diabaikan.

Sementara itu, berdasarkan laporan dalam jurnal Arthritis Research & Therapy tahun 2019, 23 persen partisipan dengan gout yang disurvei memiliki gangguan tidur yang terdiagnosis dokter. Gangguan tidur yang paling banyak dilaporkan adalah sleep apnea, yang dilaporkan sebanyak 17 persen responden. Selain itu, 86 persen melaporkan mendengkur dan 45 persen melaporkan mengalami mendengus, terengah-engah, atau berhenti bernapas saat tidur.

6. Masalah tiroid
6 Penyakit yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur yang Buruk

Penyakit tiroid adalah masalah umum yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh Anda. Masalah terjadi ketika kelenjar tiroid menjadi kurang aktif (hipotiroid) atau terlalu aktif (hipertiroid).

Usia lebih muda, individu dengan indeks massa tubuh yang lebih rendah, dan perempuan lebih berisiko lebih tinggi mengembangkan masalah tidur karena hipotiroidisme.

Itulah beberapa masalah kesehatan yang diketahui berhubungan dengan kualitas tidur yang buruk atau gangguan tidur. Bila kamu memiliki salah satu kondisi di atas dan mengalami gangguan tidur, bicarakan dengan dokter tentang penanganannya.