Inilah Fakta Penyebab Penyakit AMD Basah Karena Usia Tua

Inilah Fakta Penyebab Penyakit AMD Basah Karena Usia Tua

Inilah Fakta Penyebab Penyakit AMD Basah Karena Usia TuaPada tahap degenerasi yang lebih lanjut, AMD basah adalah pertumbuhan pembuluh darah baru di bawah retina yang mengeluarkan darah atau cairan. Penyakit age-related macular degeneration atau degenerasi makula terkait usia (AMD) merupakan penyakit yang menyerang makula karena usia tua. Dokter spesialis mata sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) cabang DKI Jakarta, dr. Elvioza, SpM(K), menjelaskan bahwa AMD menyerang sekitar 8,7 persen populasi penduduk dunia yang berusia lebih dari 50 tahun.

Kebocoran ini dapat berkembang menjadi gangguan penglihatan yang lebih serius, menyebabkan kerusakan permanen. Menurut Khalid Ibrahim, ketua Novartis Indonesia, AMD merupakan masalah kesehatan global penyebab kebutaan terbanyak ketiga di seluruh dunia. Kemudian, 90 persen dari kasus kebutaan yang terjadi pada kasus AMD disebabkan oleh AMD basah.

Tipe AMD basah merupakan tipe yang lebih jarang, tetapi lebih berbahaya karena bisa menyebabkan kebutaan. Sementara itu, Dilansir dari idn poker android tipe AMD kering jarang menyebabkan kehilangan penglihatan atau kebutaan.

1. Apa itu AMD basah dan bedanya dengan AMD kering
Mengenal Penyebab AMD, Penyakit Mata Progresif Penyebab Kebutaan Halaman  all - Kompas.com

Penyebab pasti dari penyakit AMD basah belum diketahui secara pasti. Namun, hampir semua pengidapnya adalah lanjut usia (lansia) berusia 50 tahun ke atas. AMD basah merupakan perkembangan atau tingkat lanjut dari AMD kering. Tidak seperti AMD kering yang bersifat jinak, AMD basah merupakan tipe berbahaya karena bisa menyebabkan hilangnya penglihatan.

Penyakit AMD basah terjadi karena terbentuknya pembuluh darah baru (neovaskularisasi) di belakang retina, yakni di makula. Adapun makula memiliki fungsi sebagai pusat penglihatan. Pembentukan pembuluh darah ini didorong oleh suatu protein yang disebut VEGF.

2. Faktor risiko AMD basah
Penyakit Mata karena Usia, Kenali 6 Fakta AMD Basah

Meskipun penyebab pasti AMD belum diketahui, tetapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan peluang seseorang mengembangkan penyakit mata ini.

Beberapa faktor risiko menurut dr. Elvioza adalah:

  • Pertambahan usia: semua orang di atas usia 50 tahun berisiko terkena AMD basah.
  • Perempuan: menurut statistik, perempuan lebih berisiko terkena AMD basah.
  • Merokok: perokok memiliki risiko yang lebih besar.
  • Gaya hidup yang buruk: kurangnya olahraga serta memiliki pola makan yang buruk seperti kurang vitamin, sayur, dan buah.
  • Genetik: bawaan keturunan pada orang-orang yang keluarganya memiliki AMD basah.
  • Paparan sinar matahari: orang-orang yang kerja di lapangan memiliki risiko AMD basah yang lebih besar karena sering terpapar sinar ultraviolet (UV).

Di samping itu, melansir Mayo Clinic, ada juga beberapa faktor risiko lain seperti kegemukan, obesitas, dan memiliki penyakit kardiovaskular.

3. Gejala AMD basah
Penyakit Mata karena Usia, Kenali 6 Fakta AMD Basah

Gejala-gejala AMD basah biasanya dapat muncul secara tiba-tiba dan memburuk dengan cepat. Beberapa gejala tersebut antara lain:

  • Penglihatan buram.
  • Titik hitam di pusat penglihatan (skotoma) atau objek yang dilihat hilang sebagian.
  • Penurunan sensitivitas kontras atau kecerahan warna.
  • Penglihatan bergelombang (metamorfopsia) atau distorsi visual seperti garis lurus yang menjadi tampak bengkok.
  • Pengurangan penglihatan sentral pada satu atau kedua mata.
  • Kebutuhan akan cahaya yang lebih terang saat membaca atau melakukan pekerjaan jarak dekat.
  • Meningkatnya kesulitan beradaptasi dengan tingkat cahaya rendah atau sulit melihat dalam keadaan remang-remang.
  • Kesulitan mengenali wajah.
4. Cara diagnosis AMD basah
Penyakit Mata karena Usia, Kenali 6 Fakta AMD Basah

Dijelaskan oleh dr. Elvioza, ada beberapa cara untuk mendiagnosis AMD basah, seperti:

  • Pengecekan kesehatan makula di belakang retina: meskipun tidak ada keluhan sekalipun, pemeriksaan kesehatan mata secara berkala sangat penting guna mencegah berbagai penyakit mata, termasuk AMD basah.
  • Pengecekan visus pasien: pengecekan visus atau tajam penglihatan perlu dilakukan setiap hari. Biasanya, visus yang terganggu tidak disadari terjadi karena hanya satu mata yang mengalami penurunan tajam penglihatan. Oleh karenanya, cek penglihatan mata secara satu per satu perlu dilakukan untuk menyadarinya.
  • Pemeriksaan lebih lanjut: beberapa pengecekan lebih lanjut adalah OCT untuk mengetahui berapa banyak cairan pada makula dan FA untuk mengetahui kebocoran pada pembuluh darah.
  • Amsler grid: ini merupakan pengecekan AMD basah yang dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien. Cara melakukannya adalah dengan menggunakan kertas dengan garis-garis, kemudian fokuskan penglihatan pada satu titik. Amsler grid dapat mengetahui apakah terdapat gangguan makula atau tidak dengan mudah.
5. Pengobatan AMD Basah
Mengenal Penyakit Degenerasi Makula, Termasuk Tipe Basah dan Kering -  Health Liputan6.com

Terapi anti-VEGF merupakan pengobatan AMD basah yang umum. Pengobatan ini dilakukan dengan injeksi intravitreal atau suntikan melalui mata. Anti-VEGF yang diinjeksi merupakan pengobatan standar dari AMD basah hingga saat ini.

Anti-VEGF memiliki fungsi untuk menghambat pembentukan pembuluh darah pada mata pasien. Selain itu, anti-VEGF juga mencegah perburukan dan dapat meningkatkan kondisi penglihatan. Beberapa jenis anti-VEGF yang digunakan di Indonesia adalah Ranibizumab, Aflibercept, dan Brolucizumab.

6. Hal-hal yang harus dilakukan oleh pasien AMD basah
Penyakit Mata karena Usia, Kenali 6 Fakta AMD Basah

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pasien AMD basah untuk mengurangi gejala dan mencegah penyakit makin parah, yaitu mengikuti jadwal pengobatan dan arahan dari dokter, menerapkan gaya hidup yang sehat, mengurangi paparan sinar matahari, dan diet dengan makan makanan yang tinggi akan antioksidan.

Selain itu, memiliki gaya hidup yang sehat juga penting diterapkan. Pasien AMD basah harus berolahraga yang cukup dan tidak boleh merokok. Kemudian, pasien dianjurkan untuk makan makanan bergizi, seperti meningkatkan asupan sayur dan buah.

AMD basah merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun, pengobatan tetap bisa dilakukan untuk mencegahnya memburuk hingga mengalami kebutaan.