Inilah Cara Mengolah Hidangan Belut yang Lezat & Menyehatkan

Inilah Cara Mengolah Hidangan Belut yang Lezat & Menyehatkan

Inilah Cara Mengolah Hidangan Belut yang Lezat & Menyehatkan – Belut adalah sekelompok ikan berbentuk mirip ular yang termasuk dalam suku Synbranchidae. Suku ini terdiri dari empat genera dengan total 20 jenis. Jenis-jenisnya banyak yang belum diperikan dengan lengkap sehingga angka-angka itu dapat berubah.

Anggotanya bersifat pantropis. Hewan lincah yang biasa hidup di persawahan ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Belut memiliki tubuh yang licin, namun bernilai ekonomis untuk dimanfaatkan sebagai produk komersil.

Ada berbagai cara dalam mengolah hewan yang diklasifikasikan sebagai ikan ini, salah satunya seperti digoreng atau kemudian diolah menjadi hidangan lezat. Di balik cita rasanya yang lezat, sudahkah kamu mengetahui bagaimana cara mengolah belut yang benar?

1. Pastikan bahwa belut telah mati
5 Tips Mengolah Belut Agar Menjadi Hidangan Lezat

Sebelum membersihkan dan mengolahnya, sudah tentu kita harus memastikan terlebih dahulu bahwa belut tersebut telah mati sehingga dapat kita olah dengan mudah. Beberapa orang memilih untuk membeli belut yang sudah mati atau membeli maupun menangkap belut yang masih hidup dan segar, namun pastikan bahwa kamu mengetahui teknik yang tepat sebelum mengolah belut.

2. Gunakan air garam untuk membersihkan lendirnya
5 Tips Mengolah Belut Agar Menjadi Hidangan Lezat

Kita semua telah mengetahui bahwa belut memiliki karakteristik kulit yang licin karena berlendir. Kulitnya yang licin itu lah membuat kita kesulitan dalam memegang dan mengolah belut. Cara paling ampuh dalam membersihkan lendirnya adalah dengan cara merendam atau membaluri belut dengan air garam kasar. Air garam kasar ini akan membantu meluruhkan lendir dari belut sehingga lebih mudah untuk dipegang dan diolah.

3. Bersihkah bagian dalamnya
5 Tips Mengolah Belut Agar Menjadi Hidangan LezatHal selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan membersihkan bagian dalam ataupun isian perut dari belut. Pastikan untuk membersihkannya secara hati-hati. Belut wajib dibersihkan bagian dalamnya apabila kamu tidak ingin mencicipi rasa pahit saat memakan belut. Bersihkan bagian dalamnya secara perlahan agar bagian perut belut tidak tergores terlalu dalam yang membuat daging belut justru rusak.
4. Hilangkan bau amis dengan timun
5 Tips Mengolah Belut Agar Menjadi Hidangan Lezat

Belut memiliki habitat di rawa maupun lingkungan berlumpur, ini yang menyebabkan belut memiliki bau yang amis dan tidak enak saat mencium aromanya. Cara ampuh menghilangkan bau amis dari belut adalah dengan cara menyiapkan timun yang telah diparut, lalu memasukkan belut dan membaluri seluruh bagian belut dengan parutan timun. Perlu diperhatikan bahwa belut telah dipotong-potong dan dipukul hingga megar. Setelah itu baru cuci daging belut agar bersih.

5. Bumbui dan goreng sebelum diolah
5 Tips Mengolah Belut Agar Menjadi Hidangan Lezat

Setelah memastikan belut telah bersih dan baunya pun hilang, maka proses pengolahannya pun dapat dimulai. Bumbui belut terlebih dahulu dan goreng dengan kematangan yang pas. Belut goreng akan menjadi sangat lezat setelah diolah kembali dengan saus ataupun bumbu lain. Pastikan untuk menggoreng belut sebelum membumbui dan mengolahnya menjadi hidangan lain.

Belut berbeda dengan sidat, yang sering dikelirukan. Ikan ini bisa dikatakan tidak memiliki sirip, kecuali sirip ekor yang juga tereduksi, sementara sidat masih memiliki sirip yang jelas. Ciri khas belut yang lain adalah tidak bersisik (atau hanya sedikit), dapat bernapas dari udara, bukaan insang  sempit, tidak memiliki kantung renang dan tulang rusuk. Belut praktis merupakan hewan air darat, sementara kebanyakan sidat hidup di laut meski ada pula yang di air tawar. Mata belut kebanyakan tidak berfungsi baik; jenis-jenis yang tinggal di gua malahan buta.

Ukuran tubuh bervariasi. Monopterus indicus hanya berukuran 8,5 cm, sementara belut marmer Synbranchus marmoratus diketahui dapat mencapai 1,5m. Belut sawah sendiri, yang biasa dijumpai di sawah dan dijual untuk dimakan, dapat mencapai panjang sekitar 1m (dalam bahasa Betawi disebut moa).