Fakta Hewan dapat Menjadi Terapi Untuk Masalah Kesehatan

Fakta Hewan dapat Menjadi Terapi Untuk Masalah Kesehatan

Fakta Hewan dapat Menjadi Terapi Untuk Masalah Kesehatan – Pemeriksaan medis kejiwaan adalah rangkaian pemeriksaan untuk menentukan apakah seseorang menderita permasalahan pada kejiwaannya atau tidak. Serangkaian pemeriksaan tersebut meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, dan tes tertulis melalui kuesioner. Pemeriksaan medis kejiwaan umumnya dilakukan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) atau psikolog.

Permasalahan kejiwaan atau gangguan kesehatan mental seringkali dikaitkan dengan adanya faktor psikologis tertentu, seperti stres berkepanjangan. Namun sebenarnya, terdapat beberapa faktor yang dapat berpengaruh pada munculnya gangguan kejiwaan, yaitu:

  • Memiliki keluarga dengan riwayat gangguan kejiwaan (genetik).
  • Gangguan fisik tertentu seperti kanker atau kerusakan organ, misalnya otak.
  • Efek samping obat-obatan dan alkohol.
  • Lingkungan di sekitar pasien, termasuk faktor sosial dan budaya.

Masalah kejiwaan yang terjadi dapat muncul dalam Download IDNPlay berbagai bentuk, seperti perubahan suasana hati atau mood misalnya depresi dan mudah marah, gangguan kepribadian, gangguan tidur, gangguan cemas, gangguan perilaku, gangguan halusinasi, hingga psikosis.

Terapi dengan bantuan hewan bisa menjadi salah satu pilihan terapeutik untuk membantu mengelola masalah kesehatan, baik fisik maupun mental. Dalam kebanyakan kasus, hewan yang sering dipilih untuk terapi ini adalah anjing, burung, dan kuda.

Apakah kamu tertarik untuk mencoba terapi hewan? Penasaran dengan cara kerjanya? Berikut ini penjelasan rinci mengenai definisi, cara kerja, tujuan, manfaat, serta risiko dari terapi hewan untuk membantu mengatasi masalah kesehatan fisik dan mental.

1. Apa itu terapi hewan?
Mengatasi Masalah Kesehatan Fisik dan Mental dengan Terapi Hewan

Terapi hewan adalah jenis terapi komplementer yang dikembangkan berdasarkan konsep ikatan manusia-hewan, atau keinginan manusia untuk berinteraksi dengan hewan.

Kebanyakan orang yang melakukan interaksi dengan hewan secara konsisten dapat membentuk suatu ikatan yang bersahabat. Ikatan ini bisa menciptakan kondisi yang menenangkan dalam diri individu yang bersangkutan.

Sebuah penelitian dalam European Journal of Integrative Medicine tahun 2016 menjelaskan bahwa ikatan antara manusia dan hewan sedikit banyak akan membantu seseorang mencapai kesejahteraan, termasuk:

  • Mengurangi kebosanan
  • Meningkatkan aktivitas (misalnya dengan bermain dan jalan-jalan)
  • Meningkatkan interaksi sosial
  • Meningkatkan suasana hati
  • Membangun persahabatan
  • Mengurangi perasaan kesepian
2. Cara kerja terapi hewan
Mengatasi Masalah Kesehatan Fisik dan Mental dengan Terapi Hewan

Proses terapi hewan biasanya melibatkan seseorang yang memiliki keahlian dalam menangani hewan (pawang). Pawang hewan akan bekerja sesuai dengan instruksi dokter untuk membantu klien mencapai tujuan dalam proses latihan. Meskipun demikian, baik pawang hewan maupun hewan untuk terapi harus melewati beberapa tahap latihan dan pemeriksaan untuk mendapatkan sertifikasi kelayakan.

Pada umumnya, seorang pawang hewan dalam terapi ini harus lulus kursus instruksional terkait cara berinteraksi dengan klien serta kemampuan mempraktikkan jenis terapi yang disediakan. Sementara itu, hewan yang digunakan untuk terapi juga harus melalui pemeriksaan tertentu seperti catatan imunisasi, tes temperamen, serta tes fisik

3. Tujuan terapi hewan
Mengatasi Masalah Kesehatan Fisik dan Mental dengan Terapi Hewan

Terapi hewan memiliki beberapa tujuan yang dapat memengaruhi cara kerja. Jenis terapi dan target terapi disesuaikan pada kondisi dan jenis bantuan yang dibutuhkan klien, meliputi:

  • Meningkatkan keterampilan motorik
  • Memberikan kenyamanan
  • Mengurangi tingkat nyeri
  • Mengembangkan keterampilan sosial
  • Mengembangkan keterampilan perilaku
  • Meningkatkan motivasi terhadap aktivitas tertentu
4. Manfaat terapi hewan
Mengatasi Masalah Kesehatan Fisik dan Mental dengan Terapi Hewan

Secara umum, manfaat terapi hewan dibagi menjadi dua yakni manfaat dari segi kesehatan mental dan segi kesehatan fisik. Dilansir Pet Partners, terapi hewan dapat memperbaiki gejala stres dan gangguan mental di antaranya:

  • Mengurangi stres dan kecemasan
  • Mengurangi perasaan takut dan khawatir
  • Meningkatkan perasaan dukungan sosial
  • Menurunkan persepsi nyeri
  • Memberikan motivasi, fokus, dan stimulasi

Studi dalam jurnal PLOS One tahun 2019 menemukan, penggunaan anjing terapi dapat membantu meningkatkan perawatan kesehatan mental di kalangan remaja. Studi lain dalam jurnal Military Medical Research tahun 2018 menunjukkan, terapi hewan dapat membantu meringankan gejala gangguan stres pascatrauma atau PTSD.

Adapun manfaat terapi hewan dari segi kesehatan fisik dapat membantu mengelola beberapa kondisi fisik yang mencakup:

  • Epilepsi
  • Gagal jantung
  • Pemulihan pascaoperasi
  • Pemulihan setelah stroke berat
  • Rasa sakit akibat pengobatan kanker
5. Risiko terapi hewan
Mengatasi Masalah Kesehatan Fisik dan Mental dengan Terapi Hewan

Meskipun terapi hewan bermanfaat bagi beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu, tetapi mungkin terapi ini tidak cocok untuk semua orang, khususnya pada kondisi:

  • Seseorang memiliki riwayat alergi pada hewan
  • Adanya perasaan tidak nyaman atau takut pada hewan (fobia)
  • Bisa menimbulkan rasa posesif bila klien sangat terikat dengan hewan
  • Hewan yang digunakan dalam terapi jangka panjang rentan terhadap infeksi atau penyakit tertentu

Terapi hewan adalah pengobatan alternatif untuk membantu meningkatkan dan melengkapi perawatan lain. Dokter atau ahli kesehatan mental dapat merekomendasikan terapi hewan untuk berbagai kondisi dengan tujuan berbeda-beda.

Bagi kamu yang tertarik ingin mencoba terapi hewan, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli kesehatan mental, ya.

Pemeriksaan medis kejiwaan dapat dilaksanakan sebagai pemeriksaan rutin atau darurat jika kondisi kejiwaan pasien memerlukan penanganan darurat. Pemeriksaan kejiwaan rutin akan memeriksa kondisi kejiwaan pasien secara menyeluruh dan rinci. Sedangkan pemeriksaan kejiwaan darurat, lebih berfokus pada gejala, riwayat kelainan, dan perilaku pasien saat menjelang munculnya gangguan kejiwaan.