Beragam Jenis Acar Khas Eropa yang Cocok Dengan Makanan Lain

Beragam Jenis Acar Khas Eropa yang Cocok Dengan Makanan Lain

Beragam Jenis Acar Khas Eropa yang Cocok Dengan Makanan Lain –  Acar adalah jenis awetan makanan yang pada prosesnya menggunakan cuka dan air garam untuk membuat cita rasa segar. Biasanya yang dibuat acar adalah timun, cabai, bawang, tomat, dan sebagainya, sebagian lagi menambahkan wortel.

Acar umumnya disajikan sebagai hidangan pelengkap dan juga bisa disajikan sebagai salad. Acar tak hanya populer di negara-negara Asia seperti Indonesia, Jepang, maupun Korea Selatan. Namun acar juga cukup terkenal di beberapa negara di Eropa.

Umumnya acar disajikan sebagai hidangan pembuka atau bisa juga dinikmati bersamaan dengan beragam makanan, seperti olahan daging, salad, bahkan juga burger.

1. Giardiniera
5 Jenis Acar Khas Eropa yang Terkenal, Kamu Sudah Coba yang Mana?

Giardiniera merupakan acar yang dibuat dengan kombinasi sayuran tradisional Italia. Sayuran ini biasanya adalah wortel, bawang mutiara, kembang kol, paprika, dan mentimun. Sayuran diawetkan dalam cuka, atau dapat pula menggunakan minyak, dengan tambahan bumbu dan rempah-rempah.

Acar lalu disimpan dalam stoples. Sebelum dihidangkan, acar harus dibiarkan di tempat yang dingin supaya jus dari sayuran keluar dan rasanya menyatu. Acar ini dapat dinikmati bersamaan dengan berbagai makanan seperti sandwich, bruschettas, atau burger.

2. Jonjoli
5 Jenis Acar Khas Eropa yang Terkenal, Kamu Sudah Coba yang Mana?

Jonjoli biasanya menjadi hidangan pembuka khas negara Georgia. Makanan ini dibuat dengan acar kecambah dari semak jonjoli lokal. Kecambah kemudian dicampur dengan minyak zaitun atau sayuran acar lainnya seperti paprika, tomat, atau mentimun.

Makanan ini umumnya diberi hiasan yang berupa onion ring dan ketumbar yang dicincang halus. Hidangan pembuka ini umumnya dipasangkan dengan makanan-makanan seperti kacang merah, kentang rebus, atau semua jenis roti Georgia.

3. Lakerda
5 Jenis Acar Khas Eropa yang Terkenal, Kamu Sudah Coba yang Mana?

Lakerda tak hanya populer di Yunani, namun juga terkenal di Turki. Ini adalah ikan mentah acar yang umumnya disiapkan dengan steak bonito Atlantik yang matang. Ikan jenis ini memiliki daging yang keras yang mirip dengan tuna dan mackerel.

Ketika dibersihkan secara menyeluruh, irisan fillet tebal diasinkan kering atau juga bisa ditutup dengan air garam asin sebelum disimpan dalam minyak zaitun atau minyak sayur. Makanan ini seringnya dijadikan sebagai makanan pembuka. Hidangan ini umunya disertai dengan rempah segar, bawang, dan minyak zaitun.

4. Pieczarki marynowane
5 Jenis Acar Khas Eropa yang Terkenal, Kamu Sudah Coba yang Mana?

Polandia mempunyai acar jamur yang disebut pieczarki marynowane. Acar disiapkan dengan jamur utuh berukuran kecil yang disiram dengan air garam ringan. Campuran tersebut umumnya disimpan dalam stoples. Acar ini terkadang menambahkan sayuran lain. Sementara itu, air garam umumnya diberi bumbu yang berupa daun salam, merica, atau allspice.

Acar ini umumnya dinikmati sebagai makanan pembuka atau camilan, namun bisa juga menjadi lauk atau topping pada berbagai salad.

5. Senfgurken
5 Jenis Acar Khas Eropa yang Terkenal, Kamu Sudah Coba yang Mana?

Jerman mempunyai acar mustard yang disebut senfgurken. Acar ini terbuat dari irisan mentimun yang telah dikupas, kemudian dibuang bijinya, dan diasinkan. Acar diasinkan dalam cairan yang dibuat dengan kombinasi cuka, bawang, adas, dan biji mustard.

Untuk memperkuat rasa, rempah-rempah khas lainnya yang ditambahkan ke toples adalah lada hitam, biji jintan, biji ketumbar, buah juniper, buah allspice, dan daun salam. Acar ini mempunyai rasa asam dan sedikit manis yang khas. Hal ini membuatnya sering dihidangkan bersamaan dengan daging panggang atau roti gandum hitam yang diolesi schmalz, yang merupakan lemak hewani.

Berbagai daerah di dunia memiliki jenis varian acar sendiri. Kata “Acar” berasal dari bahasa Hindi dan bahasa Sanskerta, karena di India juga menggunakan kata yang sama untuk makanan ini. Acar yang merupakan pelengkap dari makanan ini memiliki manfaat yang terkandung di dalamnya. Hasil fermentasi dari timun, wortel, bawang merah, dan cabai rawit ini memiliki efek yang baik untuk tubuh kita asalkan jangan dikonsumsi terlalu sering karena dapat membahayakan pencernaan.

Mengkonsumsi acar memiliki manfaat seperti, rendahnya nilai kadar kolesterol dan kalori, memiliki kandungan gizi yang cukup banyak karena walaupun terdapat fermentasi itu tidak merubah kandungan serat pada timun hilang, mengandung zat besi, vitamin C dan K, memiliki kandungan sodium yang tinggi, dan berfungsi sebagai antioksidan. Hal tersebut dapat membantu untuk menyerang molekul yang dapat merusak sel kearah jantung ataupun kanker.

Acar menjadi salah satu hidangan serbaguna yang tetap enak meskipun langsung dikonsumsi. Namun, dikombinasikan dengan hidangan lain juga tak kalah nikmat, lho!