Tips Mengetahui Masalah Kesehatan Tubuh Dari Keadaan Rambut

Tips Mengetahui Masalah Kesehatan Tubuh Dari Keadaan Rambut

Tips Mengetahui Masalah Kesehatan Tubuh Dari Keadaan Rambut – Masalah kesehatan adalah masalah kompleks yang merupakan hasil dari berbagai  masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun buatan manusia. Datangnya penyakit merupakan hal yang tidak bisa dihindari, meskipun kadang bisa dicegah. Kesehatan adalah kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan sekadar tidak adanya penyakit atau kelemahan.

Pemahaman tentang kesehatan telah bergeser seiring dengan waktu. Berkembangnya teknologi kesehatan berbasis digital telah memungkinkan setiap orang untuk mempelajari dan menilai diri mereka sendiri, dan berpartisipasi aktif dalam gerakan promosi kesehatan. Rambut tubuh adalah hal normal dari manusia. Bulu halus yang menutupi kulit terdiri dari rambut vellus. Namun, bila bulu tubuh panjang, kasar, dan berpigmen, itu dinamakan rambut terminal, yang membentuk alis dan bulu mata, kulit kepala, dagu, ketiak, dan area kemaluan.

Jumlah rambut tebal yang kamu punya di tubuh biasanya bergantung pada genetik. Ada beberapa orang memiliki rambut tubuh yang sangat sedikit yang Download IDNPlay warna dan teksturnya terang dan tipis, ada pula yang memiliki rambut tubuh lebih lama dan mungkin warna dan teksturnya lebih gelap dan kasar. Keduanya adalah normal. Akan tetapi, saat rambut tubuh tiba-tiba mengalami perubahan, itu bisa jadi petunjuk adanya masalah kesehatan. Entah rambut di badan jadi tumbuh lebih cepat, menebal, atau rontok.

1. Pola pertumbuhan rambut khas laki-laki yang dialami perempuan bisa menandakan hirsutisme
6 Masalah Kesehatan yang Bisa Diketahui lewat Kondisi Rambut di Tubuh

Peningkatan pertumbuhan atau kerontokan rambut secara tiba-tiba pada perempuan sering kali disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon laki-laki (androgen), yang secara alami terdapat pada laki-laki maupun perempuan dalam jumlah yang berbeda. Misalnya, kalau kamu mengalami peningkatan kadar hormon testosteron, rambut berlebih bisa diakibatkannya.

Kondisi di atas dikenal sebagai hirsutisme—kondisi pola pertumbuhan rambut khas laki-laki yang dialami perempuan. Dilansir MedlinePlus, kebanyakan perempuan punya rambut tipis di atas bibir, dagu, dada, perut, atau punggung. Pertumbuhan rambut hitam kasar di area tersebut (pola pertumbuhan rambut yang lebih khas pada laki-laki) itulah yang disebut sebagai hirsutisme.

Pola kebotakan khas laki-laki yang dialami perempuan juga merupakan tanda perubahan kadar hormon androgen pada perempuan. Ketika kadar hormon estrogen menurun selama menopause dan, sebagai konsekuensinya, testosteron meningkat, banyak perempuan mendapati bahwa rambut di kepala mereka menipis, sementara rambut di wajah menjadi lebih kasar. Beberapa orang mungkin menemukan rambut yang “menyimpang” di dagu.

2. Kekurangan zat besi yang membuat rambut menipis
6 Masalah Kesehatan yang Bisa Diketahui lewat Kondisi Rambut di Tubuh

Setiap orang memiliki siklus rambut. Di negara empat musim, mungkin ada yang rambutnya rontok secara alami pada musim semi dan musim gugur, sementara yang lainnya pada musim panas dan musim dingin. Akan tetapi, bila kerontokan rambut menyebar—rambut rontok yang terlihat jelas di tubuh dan kepala—dapat mengindikasikan anemia atau kekurangan zat besi dalam darah.

Para vegan, vegetarian, atau perempuan yang sedang mengalami menstruasi yang berat lebih berisiko dan ini bisa mengakibatkan rambut rontok, kuku rapuh, dan keinginan ngemil yang aneh. Bila kamu curiga mengalami kekurangan zat besi, segera periksakan diri ke dokter untuk melakukan tes darah.

Menurut laporan dalam Journal of the American Academy of Dermatology tahun 2006, zat besi terlibat dalam sintesis DNA, termasuk DNA yang ada di folikel rambut. Terlalu sedikit zat besi dapat menyebabkan rambut berhenti tumbuh atau rontok.

3. Alis yang rontok bisa menandakan masalah pada tiroid
6 Masalah Kesehatan yang Bisa Diketahui lewat Kondisi Rambut di Tubuh

Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher, yang menyekresi hormon-hormon yang membantu mengontrol tubuh kita menggunakan energi, menurut keterangan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Saat tubuhmu tidak memiliki hormon tiroid yang cukup, banyak fungsi tubuh yang melambat, termasuk jumlah rambut yang tumbuh.

Dilansir Prevention, kerontokan rambut yang berhubungan dengan masalah tiroid memiliki gejala spesifik. Bila kamu mengalami kehilangan sepertiga bagian luar alis dan permukaan kuku bergelombang, mungkin itu tanda adanya penyakit tiroid autoimun. Lakukan tes darah untuk memeriksa kadar TSH atau hormon perangsang tiroid.

4. Perubahan tingkat estrogen secara tiba-tiba
6 Masalah Kesehatan yang Bisa Diketahui lewat Kondisi Rambut di Tubuh

Jumlah estrogen dalam tubuh juga bisa berdampak pada rambut. Ketika kadarnya tinggi, rambut akan lebih tebal dari biasanya. Namun, saat kadarnya rendah, ini bisa menyebabkan rambut rontok.

Perubahan secara tiba-tiba pada kadar hormon estrogen, misalnya setelah kehamilan atau menghentikan kontrasepsi oral atau pil KB hormonal, bisa menyebabkan kerontokan rambut sementara.

Dilansir Healthline, studi menemukan bahwa kerontokan rambut selama menopause adalah hasil dari ketidakseimbangan hormonal. Spesifiknya, ini berhubungan dengan produksi hormon estrogen dan progesteron yang lebih rendah. Hormon-hormon tersebut membantu rambut tubuh lebih cepat dan bertahan di kepala untuk jangka waktu yang lebih lama. Ketika kadarnya menurun, pertumbuhan rambut jadi melambat dan jadi menipis.

5. Pertumbuhan rambut tubuh yang berlebihan bisa jadi tanda PCOS
6 Masalah Kesehatan yang Bisa Diketahui lewat Kondisi Rambut di Tubuh

Sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah kondisi yang disebabkan ketidakseimbangan hormon reproduktif. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah pada ovarium, yang menghasilkan sel telur yang dilepaskan tiap bulannya sebagai bagian dari siklus menstruasi.

Dengan adanya PCOS, telur ini mungkin mengalami masalah perkembangan atau tidaki dilepaskan selama siklus menstruasi bulanan seperti normalnya.

PCOS dapat memicu banyak gejala, seperti haid tidak teratur, jerawat, penipisan rambut, atau terlalu banyak rambut di wajah, dagu, atau bagian tubuh lainnya. Ini terjadi karena peningkatan produksi testosteron dalam tubuh yang merangsang pertumbuhan rambut tubuh yang berlebihan.

6. Efek samping dari beberapa obat-obatan yang mengganggu siklus rambut
6 Masalah Kesehatan yang Bisa Diketahui lewat Kondisi Rambut di Tubuh

Beberapa obat-obatan bisa berdampak langsung ke rambut tubuh. Beberapa, termasuk beberapa jenis antidepresan dan antikoagulan, dapat menyebabkan rambut rontok sementara, biasanya lewat proses yang dinamakan telogen effluvium, kondisi kerontokan rambut yang juga terjadi setelah kehamilan, operasi besar, penurunan berat badan drastis, atau stres ekstrem.

Dilansir WebMD, obat seperti zat adiktif menyebabkan rambut rontok dengan mengganggu siklus normal pertumbuhan rambut di kulit kepala. Selama fase anagen, yang berlangsung selama 2-7 tahun, rambut tumbuh. Selama fase telogen, yang berlangsung sekitar tiga bulan, rambut beristirahat. Pada fase akhir telogen, rambut rontok digantikan dengan rambut baru.

Obat-obatan lain dapat menyebabkan pertumbuhan rambut, termasuk meningkatkan rambut tubuh. Ini termasuk testosteron, danazon (juga androgen), fenitoin (antikonvulsan), dan glukokotikoid (sejenis steroid). Dalam kebanyakan kasus, perubahan pada rambut ini tidak permanen dan akan berakhir setelah berhenti menggunakan obat.

Itulah beberapa kondisi atau perubahan pada rambut di tubuh yang bisa menunjukkan masalah kesehatan. Bila kamu mengalaminya, tak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter agar bisa diperiksa secara menyeluruh dan mendapat penanganan yang tepat.

Makna kesehatan telah berkembang seiring dengan waktu. Dalam perspektif model biomedis, definisi awal kesehatan difokuskan pada kemampuan tubuh untuk berfungsi. Kesehatan dipandang sebagai kondisi tubuh yang berfungsi normal yang dapat terganggu oleh penyakit dari waktu ke waktu.