Sajian Sop Ubi Lezat & Sehat yang Cocok Untuk Makan Siang

Sajian Sop Ubi Lezat & Sehat yang Cocok Untuk Makan Siang

Sajian Sop Ubi Lezat & Sehat yang Cocok Untuk Makan Siang – Ubi jalar adalah sejenis tanaman budidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi yang tinggi. Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting. Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran

Sesuai dengan namanya, sop ubi adalah salah satu kuliner khas Makassar berupa hidangan berkuah dengan bahan dasar daging sapi yang disajikan bersama sohun, tauge, dan potongan-potongan singkong goreng. Di Makassar, sop ubi seringkali menjadi menu utama saat kumpul keluarga di akhir pekan.

Selain karena rasanya yang lezat, cara bikinnya juga cukup mudah, lho. Tapi, untuk bikin sop ubi apakah daging sapi bisa diganti dengan daging ayam? Tetap bisa kok. Tapi setelah direbus dan matang, kamu perlu suwir-suwir daging ayamnya lebih dulu sebelum disajikan.

1. Siapkan bahan-bahannya
Resep Sop Ubi Khas Makassar, Sajian Lezat dan Sehat untuk Makan Siang

Bahan-bahan:

  • 500 gr daging sapi
  • 5 buah singkong
  • 200 gr taoge
  • 1 bungkus sohun
  • 2 liter air
  • garam secukupnya
  • gula pasir secukupnya
  • kaldu bubuk secukupnya
  • air es secukupnya

Bahan bumbu halus:

  • 2 batang sereh (geprek)
  • 1 ruas lengkuas
  • 1 ruas kunyit
  • 7 siung bawang putih
  • 5 siung bawang merah
  • 2 lembar daun salam
  • 1 sdt lada bubuk
  • 1 sdt ketumbar
  • 1/2 buah pala

Bahan pelengkap:

  • 2 batang seledri (iris)
  • 5 butir telur rebus
  • jeruk nipis secukupnya
  • bawang goreng secukupnya
  • kacang goreng secukupnya
2. Rebus daging dan tumis bumbu
Resep Sop Ubi Khas Makassar, Sajian Lezat dan Sehat untuk Makan Siang

Setelah daging dicuci bersih, potong-potong daging menjadi potongan kecil. Lalu, rebus potongan daging menggunakan air hingga daging matang dan empuk. Setelah matang, ambil daging dan saring kuah kaldunya. Masak kembali kuah kaldu dan dagingnya.

Sambil menunggu kuah kaldu matang, siapkan bumbu halus. Haluskan seluruh bahan menggunakan blender atau ulekan. Tumis bumbu halus, lalu masukkan serei dan daun salam. Tumis bumbu hingga wangi dan matang. Setelah bumbu matang, masukkan ke dalam rebusan kuah kaldu, lalu bumbui dengan garam, gula pasir, dan kaldu bubuk.

3. Rebus singkong, lalu rendam dan goreng
Resep Sop Ubi Khas Makassar, Sajian Lezat dan Sehat untuk Makan Siang

Setelah dikupas dan dicuci bersih, potong-potong singkong menjadi beberapa bagian. Kemudian, rebus singkong dan tambahkan sedikit garam. Rebus selama kurang lebih 15 menit.

Setelah itu, siapkan wadah berisi air es dan masukkan singkong yang telah direbus ke dalamnya. Rendam singkong hingga terlihat mekar, lalu tiriskan dan goreng hingga kecokelatan.

4. Rebus taoge dan rendam sohun
Resep Sop Ubi Khas Makassar, Sajian Lezat dan Sehat untuk Makan Siang

Sebelum direbus, pastikan taoge benar-benar bersih. Didihkan air, masukkan taoge dan rebus selama kurang lebih 7 menit, lalu angkat dan tiriskan. Setelah itu, siapkan sohun dengan cara direndam menggunakan air selama 10 menit, lalu angkat dan tiriskan.

5. Sop ubi siap untuk disajikan
Resep Sop Ubi Khas Makassar, Sajian Lezat dan Sehat untuk Makan Siang

Saat akan disajikan, potong-potong kecil singkong yang telah digoreng terlebih dahulu. Lalu, tata seluruh bahan di dalam mangkuk dan tuangkan kuah kaldu yang masih panas. Agar lebih nikmat tambahkan seledri, bawang goreng, kacang goreng, air perasan jeruk nipis, telur, sambal, dan kecap.

Perpaduan sempurna antara kuah kaldu yang gurih dan renyahnya singkong, bikin siapa pun yang baru pertama kali coba sop ubi khas Makassar bakal suka. Karena itu, sop ubi bisa jadi alternatif yang pas disajikan saat kumpul keluarga.

Ubi jalar berasal dari Amerika Selatan tropis dan, yang masih di perdebatkan, Papua. Kalangan yang tidak menyetujui asal muasal ubi jalar dari Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar ke Asia. Proposal ini banyak ditentang karena bertentangan dengan fakta-fakta klimatologi dan antropologi.