Perawatan Epilepsi yang Dilakukan Kepada Pasien Kejang

Perawatan Epilepsi yang Dilakukan Kepada Pasien Kejang

Perawatan Epilepsi yang Dilakukan Kepada Pasien Kejang – Penyakit epilepsi atau ayan adalah gangguan sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik otak yang tidak normal. Hal itu menimbulkan keluhan kejang, sensasi dan perilaku yang tidak biasa, hingga hilang kesadaran. Epilepsi, atau awam sering menyebutnya ayan, adalah gangguan kronis pada sistem saraf pusat (neurologis) yang memengaruhi aktivitas otak.

Gangguan pada pola aktivitas listrik otak saraf dapat terjadi karena beberapa hal. Baik karena kelainan pada jaringan otak, ketidakseimbangan zat kimia di dalam otak, ataupun kombinasi dari beberapa faktor penyebab tersebut. Tanda umumnya adalah kejang berulang yang bisa terjadi tanpa alasan. Bahkan, kejang yang dialami kadang dapat berujung pada pingsan atau kehilangan kesadaran.

Penyakit ini bisa dikembangkan oleh siapa pun, tetapi lebih sering terjadi pada anak kecil dan lansia. Sayangnya, hingga kini epilepsi belum bisa disembuhkan. Namun, pengobatan atau perawatan yang segera dilakukan akan sangat membantu meringankan gejalanya. Inilah beberapa perawatan epilepsi yang dilakukan kepada pasien yang mengalami kejang.

1. Perawatan dengan obat antikejang atau antiepilepsi
6 Perawatan Epilepsi untuk Mengurangi dan Mengendalikan Kejang

Dilansir Mayo Clinic, sebagian besar orang dengan epilepsi bisa bebas dari kejang dengan mengonsumsi obat antikejang, yang disebut sebagai obat antiepilepsi atau antiepileptic drugs (AED). Mengonsumsi kombinasi dari beberapa obat juga mungkin bermanfaat dalam mengurangi frekuensi dan intensitas kejang pada sebagian pasien.

Faktor frekuensi kejang, usia, dan faktor lainnya akan diperhatikan oleh dokter guna meresepkan dosis obat. Dosis obat saat pertama kali diberikan biasanya relatif rendah, dan selanjutnya meningkat secara bertahap sampai kejang dapat terkontrol dengan baik.

Walau membantu, tetapi penggunaan obat antikejang mungkin memiliki beberapa efek samping, yang mencakup:

  • Kelelahan
  • Pusing
  • Penambahan berat badan
  • Kehilangan kepadatan tulang
  • Ruam kulit
  • Kemampuan koordinasi yang memburuk
  • Masalah bicara
  • Masalah memori dan berpikir
  • Depresi
  • Pikiran dan perilaku bunuh diri
  • Ruam parah
  • Peradangan pada organ tertentu seperti hati

Obat-obatan bisa efektif untuk mengontrol kejang dengan baik dengan catatan pasien patuh dan mengikuti langkah-langkah seperti:

  • Mengonsumsi obat sesuai dengan aturan yang ditentukan.
  • Selalu menghubungi dokter terlebih dahulu bila ingin beralih ke versi generik dari obat, ingin konsumsi obat dengan resep berbeda, obat bebas, ataupun obat herbal.
  • Jangan pernah berhenti melakukan pengobatan atau konsumsi obat tanpa adanya diskusi dengan dokter.
  • Beri tahu dokter apabila mengalami perasaan depresi yang baru atau meningkat, pikiran untuk bunuh diri, atau perubahan suasana hati dan perilaku yang tidak biasa.
  • Beri tahu dokter bila mengalami migrain, sebab dokter dapat meresepkan obat antiepilepsi yang dapat mengobati epilepsi sekaligus mencegah migrain.
2. Operasi otak
6 Perawatan Epilepsi untuk Mengurangi dan Mengendalikan Kejang

Pada umumnya, sekitar setengah dari pasien yang baru terdiagnosis dengan epilepsi dapat bebas dari kejang dengan mengonsumsi obat antiepilepsi. Akan tetapi, bila obat tersebut tidak menunjukkan hasil yang positif, dokter mungkin menyarankan pembedahan atau terapi lain. Beberapa pasien yang telah menjalani operasi mungkin dapat mengurangi obat antikejang atau berhenti meminumnya.

Operasi yang paling umum dilakukan adalah reseksi, dilansir Healthline. Reseksi merupakan pengangkatan bagian otak yang menyebabkan kejang. Biasanya, lobus temporal adalah bagian otak yang menyebabkan kejang. Bagian otak ini bisa diangkat melalui prosedur lobektomi temporal. Pada beberapa kasus, operasi ini dapat efektif menghentikan aktivitas kejang.

Sama seperti operasi apa pun, operasi pada kasus epilepsi juga punya beberapa risiko, seperti reaksi buruk terhadap anestesi, pendarahan, dan infeksi. Pembedahan otak juga berpotensi menyebabkan perubahan kognitif. Karenanya, keputusan untuk operasi harus dipertimbangkan secara matang dan didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter.

3. Stimulasi saraf vagus
6 Perawatan Epilepsi untuk Mengurangi dan Mengendalikan Kejang

Selain operasi otak, prosedur lain yang dapat dilakukan bila AED tidak memberikan hasil yang positif adalah vagus nerve stimulation (VNS) atau stimulasi saraf vagus.

VNS juga dapat menyebabkan efek samping yang meliputi suara serak, sakit tenggorokan, dan batuk saat perangkat diaktifkan. Ini dapat terjadi setiap 5 menit dengan durasi efek samping sekitar 30 detik.

4. Stimulasi otak dalam
6 Perawatan Epilepsi untuk Mengurangi dan Mengendalikan Kejang

Deep brain stimulation (DBS) atau stimulasi otak dalam merupakan perangkat yang mirip VNS. Bedenya, perangkat yang ditanam di dada terhubung dengan kabel yang mengalir langsung ke otak.

Sama seperti VNS, perangkat DBS juga akan mengalirkan semburan listrik yang dikirim melalui kabel tersebut. Ini juga dapat membantu mencegah kejang dengan mengubah sinyal listrik di otak.

Efektivitas DBS sebenarnya belum dapat dipastikan, sebab prosedur ini terbilang cukup baru dan belum banyak digunakan untuk epilepsi. Selain itu, ada beberapa risiko serius yang mungkin terkait dengan DBS, seperti pendarahan di otak, depresi, dan masalah memori, seperti yang dijelaskan di laman NHS.

5. Diet ketogenik atau diet Atkins yang dimodifikasi
6 Perawatan Epilepsi untuk Mengurangi dan Mengendalikan Kejang

Diet juga mungkin dapat membantu mengurangi kejang pada pasien epilepsi. Dilansir Medical News Today, berbagai tinjauan ilmiah yang telah menunjukkan bahwa pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat dapat bermanfaat bagi anak-anak dan orang dewasa dengan epilepsi.

Berbagai penelitian menggunakan diet ketogenik, sementara beberapa lainnya menggunakan diet Atkins yang dimodifikasi. Adapun makanannya meliputi telur, bacon, alpukat, keju, kacang-kacangan, ikan, buah-buahan, dan sayuran tertentu.

Walaupun terdengar menjanjikan, tetapi penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengonfirmasi efek ini.

6. Perawatan potensial lainnya
6 Perawatan Epilepsi untuk Mengurangi dan Mengendalikan Kejang

Selain berbagai perawatan yang saat ini tersedia, para peneliti juga sedang mempelajari dan terus mengembangkan berbagai pengobatan baru yang berpotensi untuk mengelola epilepsi. Beberapa perawatan tersebut dapat termasuk:

  • Neurostimulasi responsif atau responsive neurostimulation (RNS): merupakan perangkat implan yang mirip alat pacu jantung. Perangkat ini dapat membantu mencegah kejang karena stimulasi responsif ini mungkin dapat menganalisis pola aktivitas otak untuk mendeteksi kejang sebelum terjadi, dan mengirimkan muatan listrik atau obat untuk menghentikan kejang.
  • Stimulasi subthreshold: merupakan stimulasi yang terus-menerus dilakukan ke area otak dengan tingkat rendah. Ini mungkin dapat mengurangi kejang dan meningkatkan kualitas hidup beberapa orang dengan kejang. Perawatan ini juga mungkin dapat bekerja pada orang-orang yang karakteristik kejangnya sulit diobati dengan pengobatan neurostimulasi responsif, atau yang sulit diobati dengan operasi otak karena bagian otak penyebab kejangnya merupakan area otak yang penting.
  • Bedah minimal invasif: teknik bedah invasif seperti ablasi laser yang dipandu MRI mungkin memiliki potensi mengurangi kejang dengan risiko lebih sedikit atau lebih ringan dibandingkan operasi otak terbuka yang biasa dilakukan untuk epilepsi.
  • Stereotactic laser ablation atau stereotactic radiosurgery: metode ini mungkin bisa efektif mengelola beberapa jenis epilepsi. Dokter akan mengarahkan radiasi ke area otak penyebab kejang dengan tujuan untuk menghancurkan jaringan otak tersebut agar kejang dapat dikendalikan dengan lebih baik.
  • Perangkat stimulasi saraf eksternal: mirip perangkat VNS, perangkat ini akan merangsang saraf tertentu untuk mengurangi frekuensi kejang. Bedanya, perangkat ini tidak ditanam di dada pasien, tetapi dilakukan secara eksternal.

Walau epilepsi belum bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi perawatan yang segera  dilakukan setelah seseorang terdiagnosis epilepsi bisa sangat membantu meringankan gejala kejang