Penyebab Cegukan dan Pengobatannya

Cegukan atau singultus adalah kondisi ketika seseorang mengeluarkan bunyi ‘hik’ tanpa disengaja. Penyebab Cegukan yang utama ialah  ketika diafragma, atau membran otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut, mengalami kontraksi. Tiap orang pernah mengalami kondisi ini, termasuk bayi dan anak-anak.

Setiap kontraksi yang terjadi pada organ akan memiliki peran penting dalam pernapasan tersebut dan mengakibatkan pita suara menutup tiba-tiba, sehingga menghasilkan suara khas Cegukan. Segera hubungi dokter apabila Cegukan disertai dengan pusing, anggota tubuh terasa lemah atau kaku, dan kehilangan keseimbangan.

Penyebab Cegukan

Cegukan terjadi ketika otot yang memisahkan perut dan dada (diafragma) berkontraksi tanpa disengaja. Diafragma memiliki peranan penting dalam sistem pernapasan manusia. Hal ini dikarenakan tubuh bergantung pada kontraksi dan pergerakan diafragma agar proses pernapasan berlangsung normal.

Cegukan juga cukup sering terjadi pada bayi. Beberapa studi menunjukkan bahwa Cegukan pada bayi mungkin merupakan hal yang normal dan bagian dari proses tumbuh kembangnya.

Saat menarik napas, otot diafragma akan turun (kontraksi) dan akan naik kembali (relaksasi) saat kita menghembuskan napas. Dalam Cegukan, otot diafragma akan berkontraksi secara tiba-tiba, dan menyebabkan udara terlalu cepat masuk ke dalam paru-paru, sehingga katup saluran pernapasan menutup dan menimbulkan suara ‘hik’.

Untuk Cegukan berkepanjangan yang berlangsung selama lebih dari 2 hari dapat dipicu oleh:

Gangguan metabolisme, seperti hipoglikemia, hiperglikemia, dan diabetes.

  • Gangguan saraf vagus, misalnya akibat meningitis, faringitis, dan penyakit gondok.
  • Gangguan sistem saraf, seperti cedera berat pada otak, radang jaringan otak atau ensefalitis, tumor, dan stroke.
  • Gangguan pernapasan, seperti penyakit pleuritis, pneumonia, dan asma.
  • Reaksi psikologi, seperti stres, gembira, sedih, takut, atau syok.
  • Gangguan pencernaan, seperti obstruksi usus, radang usus, dan penyakit refluks gastroesofagus (GERD).

Selain kondisi medis di atas, Cegukan berkepanjangan juga dapat terjadi akibat efek samping penggunaan obat-obatan, di antaranya:

  • Obat-obatan kemoterapi untuk penanganan kanker.
  • Obat golongan opioid atau pereda nyeri, seperti metadon dan morfin.
  • Benzodiazepine atau obat penenang untuk mengatasi kecemasan.
  • Anastesi atau obat bius praoperasi.
  • Methyldopa,yaitu obat untuk hipertensi.
  • Barbiturate, yaitu obat pencegah kejang.
  • Kortikosteroid,yaitu obat untuk mengatasi pembengkakan dan radang.

Diagnosis Cegukan

Cegukan yang bersifat sementara akan hilang dengan sendirinya tanpa pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut. Sementara, Cegukan yang berkepanjangan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya. Pertama-tama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada pasien, terutama pemeriksaan saraf terkait keseimbangan dan koordinasi, kekuatan otot, refleks, saraf sensorik, dan penglihatan.

Beberapa pemeriksaan penunjang diperlukan untuk mencari penyebab Cegukan, yaitu:

  • Endoskopi. Pemeriksaan dengan menggunakan selang kecil yang dilengkapi lampu dan kamera ini dilakukan jika Cegukan diduga berkaitan dengan gangguan pencernaan, misalnya penyakit asam lambung atau refluks gastroesofagus (GERD)
  • Elektrokardiogram (ECG). Pemeriksaan dengan mengukur aktivitas elektrik di dalam jantung ini dilakukan jika Cegukan diduga berkaitan dengan gangguan jantung.
  • Pemindaian sinar-X. Pemindaian dengan tomografi terkomputerisasi atau CT scan, dan pemindaian dengan resonansi magnetik atau MRI. Salah satu dari ketiga pemindaian ini bisa dilakukan jika dokter menduga Cegukan disebabkan oleh infeksi atau tumor.
  • Pemeriksaan darah. Tes ini dilakukan jika Cegukan diduga disebabkan oleh gangguan hati, ginjal, atau diabetes.

Cara Menghilangkan Cegukan

Cegukan yang berlangsung sementara dapat hilang dengan sendirinya tanpa penanganan secara khusus. Jika bukan disebabkan oleh gejala penyakit serius, Cegukan dapat diatasi dengan beberapa cara berikut:

  • Lakukan posisi telungkup untuk menekan dada ke lantai.
  • Berbaring atau duduk sambil menarik kedua lutut hingga menyentuh dada.
  • Bernapas di dalam kantung yang terbuat dari kertas.
  • Mengecap cuka.
  • Menelan gula pasir.
  • Menggigit lemon.
  • Menahan napas dalam waktu yang relatif singkat.
  • Minum air dingin secara perlahan-lahan.

Apabila Cegukan berlangsung lama tanpa diketahui penyebabnya, ada beberapa jenis obat yang bsia digunakan untuk mengatasinya, yaitu:

  • Gabapentin.
  • Metoclopramide.
  • Baclofen.
  • Haloperidol.
  • Chlorpromazine.

Untuk Cegukan yang tidak dapat ditangani dengan pemberian obat, maka dokter akan memberikan rangsangan listrik pada saraf di sekitar leher dengan menggunakan alat khusus. Dan perlu diingat, Cegukan akibat suatu penyakit, maka diperlukan penanganan terhadap penyakit tersebut.

Komplikasi Cegukan

Komplikasi yang dapat timbul akibat Cegukan, yaitu:

  • Rasa tidak nyaman
  • Kurang tidur
  • Sulit saat mengonsumsi makanan
  • Penyakit refluks asam lambung (GERD)
  • Alkalosis

Sumber : https://www.alodokter.com/cegukan