Penyebab Amenorrhea dan Pencegahannya

Amenorrhea adalah suatu kondisi ketika wanita tidak mengalami menstruasi atau datang bulan. Amenorrhea terjadi jika seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 3 siklus berturut-turut atau lebih, atau jika hingga berusia 15 tahun belum pernah mengalami menstruasi. Amenorrhea terbagi menjadi dua, yaitu:

Menstruasi atau haid merupakan proses peluruhan dinding rahim akibat tidak dibuahinya sel telur. Kondisi ini umumnya terjadi setiap 21–35 hari sekali dan ditandai dengan keluarnya darah dari vagina yang berlangsung selama 2–7 hari.

Normalnya, menstruasi akan mulai terjadi pada rentang usia 11–14 tahun dan berhenti saat memasuki masa menopause. Saat mengalami Amenorrhea, maka tidak terjadi haid atau menstruasi. Amenorrhea bisa dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Amenorrhea primer, yaitu kondisi yang terjadi pada wanita berusia 14–16 tahun yang tidak kunjung mengalami menstruasi walaupun sudah menunjukkan tanda-tanda pubertas.
  • Amenorrhea sekunder, yaitu kondisi yang terjadi pada wanita usia subur yang sudah pernah haid sebelumnya dan tidak sedang hamil, tetapi tidak mengalami menstruasi selama 3 siklus berturut-turut atau lebih.

Selain tidak mengalami haid, Amenorrhea juga dapat disertai dengan beberapa gejala lain tergantung dari penyebab yang mendasari terjadinya Amenorrhea.

Jika disebabkan oleh gangguan hormonal, bisa muncul keluhan tambahan, seperti tumbuhnya rambut yang berlebihan, perubahan suara menjadi lebih berat, timbulnya jerawat, keluarnya ASI padahal tidak sedang menyusui, atau rambut rontok.

Perlu diketahui, bahwa normalnya sebelum memasuki masa pubertas, saat hamil, menyusui, atau ketika memasuki fase menopause, wanita tidak akan mengalami menstruasi.

Di luar kondisi dan fase tersebut, jika seorang wanita tidak kunjung mengalami menstruasi pertama atau tidak mengalami menstruasi kembali, diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab dan faktor pemicunya.

Penyebab Amenorrhea

Istilah Amenorrhea juga digunakan untuk kondisi ketika seorang perempuan yang sudah berusia 15 tahun belum pernah mengalami menstruasi.

Beberapa penyebab Amenorrhea, antara lain:

  • Organ reproduksi yang tidak berkembang dengan sempurna, seperti tidak adanya uterus atau vagina, adanya penyempitan dan penyumbatan pada leher rahim (serviks), serta vagina yang terbagi menjadi 2 bagian (sekat vagina).
  • Perubahan hormon alami, seperti pada masa kehamilan, menyusui, dan menopause.
  • Disebabkan oleh obat, seperti obat kontrasepsi, antipsikotik, antidepresan, antihipertensi, kemoterapi, serta beberapa antialergi.
  • Berat badan 10 persen lebih rendah dari berat badan normal dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang memicu berhentinya ovulasi, seperti pada pengidap bulimia dan anoreksia.
  • Stres yang memicu perubahan fungsi hipotalamus pada otak, yang merupakan daerah yang mengontrol siklus menstruasi.
  • Olahraga atau aktivitas fisik yang berlebihan dapat mengganggu siklus menstruasi.
  • Gangguan yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon, seperti pada sindrom ovarium polikistik, gangguan tiroid, tumor hipofisis, atau menopause dini.

Gangguan pada organ reproduksi

Beberapa gangguan pada organ reproduksi yang bisa menyebabkan tidak terjadinya menstruasi adalah:

  • Tidak terbentuknya rahim, leher rahim (serviks), atau vagina.
  • Adanya jaringan parut pada rahim akibat sindrom Asherman, komplikasi kuretase, atau komplikasi operasi caesar.
  • Adanya obstruksi atau sumbatan di saluran reproduksi.

Gangguan hormonal

Penyakit dan kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan hormonal dan mencetuskan Amenorrhea antara lain:

  • Gangguan tiroid, termasuk hipertiroid atau hipotiroid
  • Tumor kelenjar ptiutari
  • Tumor ovarium
  • Kelebihan hormon prolaktin
  • PCOS (polycystic ovary syndrome)
  • Olahraga dan aktivitas yang berlebihan
  • Stres yang berkelanjutan dan tidak dikelola dengan baik
  • Penggunaan obat atau preparat hormon, termasuk suntik KB
  • Berat badan yang terlalu rendah, termasuk akibat gangguan makan, seperti anorexia atau bulimia
  • Insufisiensi ovarium primer, yaitu indung telur yang berhenti bekerja sebelum usia 40 tahun
  • Histerektomi total, sehingga seluruh bagian rahim termasuk ovarium ikut diangkat

Selain penyebab yang telah disebutkan di atas, risiko terjadinya Amenorrhea juga meningkat pada wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang sama atau sedang menjalani pelatihan olahraga yang keras.

Kapan harus ke dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda tidak haid selama 3 siklus berturut-turut atau tidak kunjung mengalami haid pertama di usia lebih dari 15 tahun, terlebih jika muncul keluhan lain, seperti yang telah disebutkan di atas.

Jika Anda sudah didiagnosis mengalami Amenorrhea, lakukan kontrol ke dokter secara rutin. Selain untuk memantau hasil pengobatan, pemeriksaan rutin ini juga bertujuan untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

Diagnosis Amenorrhea

Untuk mendiagnosis Amenorrhea, dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan, ada tidaknya perubahan pola makan atau olahraga, penggunaan obat-obatan tertentu sebelumnya, dan riwayat kesehatan Anda dan keluarga.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan pada area panggul dan organ reproduksi.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa:

  • Tes kehamilan, untuk memastikan apakah Amenorrhea disebabkan oleh kehamilan atau tidak, terutama untuk wanita usia subur yang aktif secara seksual.
  • Tes darah yang meliputi pemeriksaan hormon prolaktin, tiroid, estrogen, FSH (follicle-stimulating hormone), DHEA-S (dehydroepiandrosterone sulfate), atau testosterone, untuk memastikan ada tidaknya gangguan hormonal yang bisa menyebabkan terjadinya Amenorrhea.
  • Tes pemindaian dengan USG, CT scan, atau MRI, untuk melihat ada tidaknya kelainan pada organ reproduksi dan tumor pada kelenjar hipofisis (pituitary).

Pengobatan Amenorrhea

Pengobatan untuk Amenorrhea akan ditentukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Beberapa pilihan pengobatan yang dapat diberikan untuk menangani Amenorrhea adalah:

1. Pemberian obat dan terapi hormonal

Obat dan terapi hormonal diberikan untuk memicu siklus haid dan mengobati gangguan hormon. Beberapa jenis obat yang bisa diberikan untuk memicu siklus haid adalah pil KB, preparat atau obat yang mengandung progestogen, analog GnRH-a (gonadotropin releasing hormone analogue), atau bromocriptine.

Sedangkan, terapi penggantian hormon untuk mengatasi Amenorrhea akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Beberapa jenis terapi hormon yang bisa diberikan adalah:

  • Terapi pengganti hormon estrogen (ERT), untuk Amenorrhea yang disebabkan oleh insufisiensi ovarium primer, terapi ini akan diimbangi dengan pemberian progestin atau hormon progesterone untu mengurangi risiko terjadinya kanker rahim.s
  • Terapi pengurangan hormon androgen, untuk Amenorrhea yang disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik (PCOS).

2. Perubahan gaya hidup

Jika Amenorrhea dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat, dokter akan menyarankan untuk menerapkan pola hidup sehat dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengelola stres
  • Rutin berolahraga
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi
  • Beristirahat yang cukup

3. Operasi

Meski jarang dilakukan, jika Amenorrhea disebabkan oleh tumor atau adanya jaringan parut, dapat dilakukan operasi pengangkatan tumor atau jaringan parut.

Komplikasi Amenorrhea

Komplikasi Amenorrhea tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Jika Amenorrhea terjadi akibat tidak adanya ovulasi, bisa saja terjadi kemandulan (infertilitas). Jika disebabkan oleh gangguan hormonal, misalnya kurangnya kadar estrogen, risiko terjadinya osteoporosis juga bisa meningkat.

Pencegahan Amenorrhea

Amenorrhea tidak selalu dapat dicegah, terutama jika disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi, seperti tidak terbentuknya rahim, leher rahim, atau vagina.

Jika anak Anda tidak kunjung mengalami menstruasi di usia 15 tahun padahal sudah muncul tanda pubertas, lakukan pemeriksaan ke dokter, sehingga penyebabnya bisa segera diketahui.

Selain itu, jika Amenorrhea berkaitan dengan gaya hidup, Anda dapat menurunkan risikonya dengan melakukan beberapa cara berikut:

  • Menjaga berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang
  • Mengelola stres dengan cara yang benar
  • Berolahraga dengan rutin
  • Beristirahat yang cukup
  • Selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat atau suplemen apa pun

Sumber : https://www.alodokter.com/amenorrhea