Penyakit Demam Kuning

Demam Kuning atau yellow fever adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus dan disebarkan melalui perantaraan nyamuk. Sesuai dengan namanya, peyakit ini menunjukkan gejala tubuh tampak berwarna kuning. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, serta mata dan kulit yang menguning akibat penurunan fungsi hati.

Demam Kuning atau yellow fever adalah penyakit serius yang berpotensi mematikan yang disebarkan oleh nyamuk. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini berisiko tinggi menimbulkan komplikasi serius, seperti gagal ginjal dan koma. Di sejumlah kasus, Demam Kuning bahkan bisa menyebabkan kematian.

Gejala Demam Kuning

Gejala dari Demam Kuning terbagi menjadi tiga fase, yaitu:

  • Fase Inkubasi yang berlangsung selama 1-3 hari setelah terinfeksi virus. Pada fase ini, tubuh belum menunjukkan tanda-tanda atau gejala.
  • Fase Akut yang berlangsung selama 3-4 hari dan terjadi pada hari ke-3 atau ke-4 setelah terinfeksi. Gejala yang timbul akan menghilang setelah fase akut berakhir dan sebagian besar orang dapat sembuh setelah melalui fase ini. Gejala yang dirasakan, antara lain:
    • Demam.
    • Pusing.
    • Mata, wajah, atau lidah kemerahan.
    • Nyeri kepala.
    • Silau terhadap cahaya.
    • Nafsu makan menurun.
    • Nyeri otot.
    • Mual dan muntah.
  • Fase Toksik, yaitu saat gejala Demam Kuning dirasakan kembali oleh pengidap tapi dengan tingkat keparahan yang lebih serius. Gejala yang timbul, antara lain:
    • Kulit dan sklera (bagian putih mata) menguning.
    • Denyut jantung melambat.
    • Nyeri perut.
    • Muntah yang terkadang disertai darah.
    • Mimisan, gusi berdarah, dan perdarahan dari mata.
    • Penurunan jumlah urine dan gagal ginjal.
    • Gagal hati.
    • Penurunan fungsi otak, meliputi delirium, kejang, hingga koma.

Penyebab Demam Kuning

Penyakit ini paling banyak ditemukan di negara tropis seperti Afrika, serta Amerika Tengah dan Selatan. Demam Kuning tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dicegah dengan mendapatkan vaksin Demam Kuning.

Demam Kuning disebabkan oleh virus jenis Flavivirus dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Jenis nyamuk ini berkembang biak di lingkungan sekitar manusia, termasuk juga di air bersih.

Nyamuk Aedes aegypti membawa virus setelah menggigit manusia atau monyet yang terinfeksi. Virus kemudian memasuki aliran darah nyamuk dan menetap di kelenjar air liur (saliva) nyamuk.

Ketika nyamuk tersebut kembali menggigit manusia atau monyet lain, virus akan memasuki aliran darah dan menyebar di dalam tubuh manusia atau monyet tersebut.    

Aedes aegypti paling aktif saat siang hari, sehingga penyebaran virus Demam Kuning paling banyak terjadi di waktu tersebut.  

Kapan harus ke dokter    

Lakukan pemeriksaan ke dokter atau hubungi dokter sebelum Anda melakukan perjalanan ke daerah yang diketahui pernah atau sedang mengalami wabah Demam Kuning. Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah Anda perlu mendapatkan vaksinasi untuk Demam Kuning atau tidak.

Baiknya, vaksinasi dilakukan 3–4 minggu sebelum Anda melakukan perjalanan. Namun, jika waktu yang dimiliki kurang dari waktu tersebut, disarankan untuk menghubungi dokter guna mendiskusikan apakah vaksinasi perlu tetap dilakukan, serta saran lainnya agar Anda dapat melakukan perjalanan dengan aman.

Segera temui dokter ketika Anda merasakan gejala-gejala Demam Kuning di atas, terutama jika Anda sedang atau usai melakukan kunjungan ke negara-negara endemik.

Diagnosis Demam Kuning

Berikut ini adalah upaya yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis Demam Kuning:

  • Mengajukan pertanyaan terkait riwayat timbulnya gejala yang dialami pasien, termasuk riwayat bepergian ke daerah lain dan riwayat kesehatan
  • Melakukan pemeriksaan fisik lengkap dari kepala hingga kaki, termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan tekanan darah
  • Melakukan tes darah untuk mengetahui ada tidaknya virus di dalam darah atau untuk mendeteksi antibodi yang muncul ketika tubuh terinfeksi virus

Demam Kuning terkadang sulit didiagnosis karena gejalanya cukup umum dan menyerupai gejala penyakit lainnya, seperti malaria, tifus, dan demam berdarah.

Pengobatan Demam Kuning

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit Demam Kuning selain sistem kekebalan tubuh Anda sendiri. Beberapa perawatan yang dianjurkan dokter untuk membantu penyembuhan, antara lain:

  • Memberikan tambahan oksigen
  • Memberikan obat demam dan pereda rasa sakit, seperti paracetamol
  • Menjaga tekanan darah tetap stabil dengan infus cairan
  • Transfusi darah, bila terjadi anemia akibat perdarahan
  • Cuci darah jika mengalami gagal ginjal
  • Memberikan antibiotik atau pengobatan lain jika Demam Kuning disertai infeksi bakteri

Komplikasi Demam Kuning

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat Demam Kuning:

  • Delirium
  • Penyakit kuning (jaundice)
  • Miokarditis
  • Edema paru
  • Sindrom hepatorenal
  • Radang otak (ensefalitis)
  • Infeksi bakteri sekunder, seperti pneumonia dan infeksi aliran darah
  • Gagal ginjal
  • Gagal hati
  • Koma
  • Kematian

Pencegahan Demam Kuning

Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah Demam Kuning:

  • Vaksinasi terutama bagi yang ingin bepergian ke daerah yang berisiko, seperti Afrika, Amerika Latin, dan Kepulauan Karibia. Vaksinasi ini sebaiknya dilakukan paling tidak 3-4 minggu sebelum keberangkatan.
  • Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang.
  • Hindari banyak beraktivitas di luar ruangan, terutama pada sore hari hingga subuh.
  • Lengkapi jendela dengan kawat nyamuk.
  • Gunakan pendingin ruangan.
  • Gunakan kelambu saat tidur.
  • Gunakan krim antinyamuk. Jika ingin menggunakan krim antinyamuk terhadap bayi dan anak-anak, gunakan produk yang memang diperuntukkan untuk bayi dan anak-anak.
  • Gunakan bahan alami, seperti minyak kayu putih, untuk memberi perlindungan terhadap gigitan nyamuk.

Sumber : https://www.alodokter.com/demam-kuning