Penyakit dan Gejala Biduran

Biduran atau Urtikaria adalah reaksi pada kulit yang menyebabkan munculnya bentol berwarna merah. Awalnya bentol muncul pada satu bagian tubuh, kemudian menyebar. Bentuk dan ukuran bentol berbeda-beda.

Ukuran bentol berbeda-beda pada saat muncul. Umumnya Biduran akan hilang dengan sendirinya atau diredakan dengan mengonsumsi obat-obatan. Namun pada beberapa kasus, Biduran tidak kunjung hilang setelah beberapa minggu dan berulang. Kondisi ini dapat digolongkan sebagai Biduran kronis.

Gejala Biduran

Biduran biasanya ditandai dengan kemunculan bentol atau ruam yang umumnya berbentuk oval, disertai rasa gatal dan berwarna kemerahan. Berdasarkan durasi terjadinya, Biduran dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

Biduran Akut

Ini adalah jenis Biduran yang gejalanya akan menghilang tidak lebih dari enam minggu. Sebagian penyebab Biduran akut tidak diketahui penyebabnya. Namun, ada beberapa hal yang dikenali sebagai pemicu Biduran akut, yaitu:

  • Alergi makanan, misalnya makanan laut
  • Faktor lingkungan, misalnya suhu terlalu panas atau terlalu dingin
  • Infeksi, baik yang ringan seperti pilek hingga infeksi serius seperti HIV
  • Gigitan serangga
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti obat antiradang nonsteroid atau antibiotik
  • Stres
  • Biduran akut yang disebabkan oleh makanan, minuman, atau obat-obatan lebih mudah untuk dihindari. Berbeda jika Biduran akut disebabkan oleh stres, karena faktor penyebab ini sulit dihindari.

Biduran Kronis

Biduran kronis bisa timbul sebagai reaksi dari autoimun. Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel atau jaringan sehat tubuhnya sendiri. Antibodi yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh memicu pelepasan histamin dan inilah yang mengakibatkan terjadinya Biduran kronis.

Biduran kronis juga bisa terjadi sebagai akibat dari infeksi organ hati, gangguan pada kelenjar tiroid, dan adanya parasit di dalam saluran pencernaan. Belum diketahui sepenuhnya penyebab terjadinya autoimun. Kondisi ini dapat timbul pada penderita penyakit autoimun, seperti lupus dan artritis reumatoid.

Biduran kronis bersifat kambuhan. bentol akan muncul dan menghilang dalam kurun waktu tertentu. Beberapa faktor pemicu Biduran kronis, di antaranya:

  • Suhu udara yang panas
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antiradang nonsteroid dan obat pereda sakit
  • Mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol atau kafein
  • Mengalami stres
  • Memakai pakaian yang terlalu ketat untuk waktu yang lama
  • Mengonsumsi zat aditif yang ada di dalam makanan atau minuman
  • Gigitan atau sengatan serangga

Penyebab Biduran

Penyebab Biduran pada umumnya adalah reaksi alergi terhadap suatu benda atau zat yang mengakibatkan sistem imun mengeluarkan zat histamin. Zat histamin inilah yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala Biduran.

Selain reaksi alergi, Biduran juga dapat timbul akibat stres, reaksi terhadap suhu panas, olahraga, infeksi, atau penyakit tertentu, seperti penyakit tiroid atau kanker.

Diagnosis Biduran

Biduran dapat didiagnosis melalui pemeriksaan terhadap gejala yang muncul pada penderita dan pemeriksaan fisik. Untuk gejala yang dikeluhkan pasien, dokter akan menanyakan:

  • Sejak kapan gejala muncul
  • Makanan yang baru saja dimakan
  • Aktivitas yang baru dilakukan
  • Riwayat penyakit yang pernah diderita

Untuk mendukung diagnosis, dokter juga dapat melakukan tes alergi, tes darah, dan biopsi kulit.

Pengobatan Biduran

Biduran ringan biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Namun pada Biduran berulang, penderita perlu mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasinya, contohnya obat antihistamin, kortikosteroid, agonis leukotrien, dan omalizumab.

Jika Biduran tidak kunjung sembuh setelah beberapa hari, periksakanlah diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Pengobatan yang diberikan oleh dokter akan disesuaikan dengan keparahan gejala dan penyebab Biduran. Obat-obatan yang umum digunakan untuk mengatasi Biduran adalah:

  • Obat antialergi
    Obat antialergi atau antihistamin dapat meredakan rasa gatal dan mengurangi bentol. Contohnya adalah loratadine, cetirizine, dimethindene maleat, dan fexofenadine.
  • Kortikosteroid
    Obat ini diberikan untuk mengurangi gejala Biduran yang parah. Contohnya adalah methylprednisolone.
  • Krim antidepresan
    Obat ini dapat meredakan gatal-gatal pada kulit yang timbul akibat Biduran. Contohnya adalah doxepin.
  • Agonis reseptor leukotriene
    Obat ini membantu mengurangi pembengkakan dan kemerahan pada kulit. Contohnya adalah montelukast dan zafirlukast.
  • Omaluzimab
    Obat ini diberikan jika pemberian antihistamin tidak mampu mengatasi Biduran, terutama pada Biduran yang berulang. Pemberiannya adalah melalui suntikan.
  • Ciclosporin
    Ciclosporin akan menghambat sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel tubuh sendiri.

Biduran dapat dicegah dengan menghindari pemicunya, seperti suhu panas, stres, obat-obatan, atau makanan tertentu. Makanan dan obat-obatan penyebab Biduran bisa dihindari jika jenisnya sudah dipastikan oleh dokter.

Komplikasi Biduran

Biduran dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari penderitanya, terutama bila berlangsung dalam jangka panjang. Jika tidak ditangani, ruam akibat Biduran yang menyebar ke seluruh tubuh akan menyebabkan rasa gatal dan menghambat penderitanya untuk melakukan aktivitas.

Sumber : https://www.alodokter.com/biduran