Penyakit Cacar Monyet

Cacar Monyet atau Monkeypox merupakan jenis penyakit infeksi yang disebabkan oleh Monkeypox Virus (MPXV). Infeksi virus ini ditandai dengan adanya bintil bernanah di kulit. Cacar monyet pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958 terdapat di negara Republik Demokratik Kongo dan Nigeria. Namun pada tanggal 9 Mei 2019, pemerintah Singapura melaporkan bahwa penyakit ini terdapat di Singapura.

Selain itu penyakit Cacar Monyet sempat ditemukan di Amerika Serikat. Pada tahun 2003, ditemukan beberapa orang yang terjangkit penyakit ini, di mana diketahui sebelumnya orang-orang tersebut memiliki riwayat kontak dengan anjing prairie yang menderita cacar monyet.

Cacar monyet merupakan penyakit yang dapat menular dari orang ke orang, namun sumber utamanya adalah hewan pengerat dan primata, seperti tikus, tupai, dan monyet yang terinfeksi.

Pada awalnya, penyakit cacar monyet memiliki gejala yang serupa dengan cacar air, yaitu bintil berair. Seiring perkembangan penyakit, bintil berair berubah menjadi bernanah serta menimbulkan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Penyebab Cacar Monyet

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox, yang menyebar melalui percikan liur penderita, yang masuk melalui mata, mulut, hidung, atau luka pada kulit. Selain melalui percikan liur, penularan juga dapat melalui benda yang terkontaminasi, misalnya pakaian penderita. Meski begitu, penularan dari manusia ke manusia ini terbatas dan membutuhkan kontak yang lama.

Penularan cacar monyet awalnya terjadi dari hewan ke manusia, yaitu melalui cakaran atau gigitan hewan yang terinfeksi virus monkeypox, seperti monyet atau tupai. Selain karena tercakar atau tergigit, terpapar cairan tubuh hewan ini secara langsung atau melalui benda yang terkontaminasi juga dapat membuat seseorang tertular penyakit cacar monyet.

Gejala Cacar Monyet

Gejala cacar monyet akan muncul 5-21 hari sejak penderitanya terinfeksi virus monkeypox. Seseorang yang terinfeksi cacar monyet umumnya menunjukkan gejala berikut:

  • Demam
  • Menggigil
  • Letih atau lemas
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri punggung
  • Pembengkakan kelenjar getah bening¬†(berupa benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan)

Gejala awal cacar monyet ini dapat berlangsung selama 1-3 hari atau bahkan lebih. Setelah itu, ruam akan muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti lengan dan tungkai.

Ruam yang muncul akan berkembang dari bintil berisi cairan hingga berisi nanah, lalu pecah dan berkerak, kemudian menyebabkan borok di permukaan kulit. Ruam ini akan bertahan hingga 2-4 minggu.

Kapan harus ke dokter

Pada tanggal 9 Mei 2019, pemerintah Singapura mengumumkan terdapat 1 kasus penderita cacar monyet di Singapura. Sampai artikel ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai penularan cacar monyet ke penderita lain.

Segera periksakan diri ke dokter jika merasakan gejala seperti cacar air, yaitu muncul bintil berair, apalagi bila:

  • Bintil berubah berisikan nanah
  • Baru berlibur dari Singapura
  • Terdapat kontak dengan monyet atau tupai

Beberapa negara yang sampai saat ini masih memiliki kasus cacar monyet adalah Republik Demokratik Kongo dan Nigeria. Sebagai informasi, penderita cacar monyet di Singapura adalah seorang warga negara Nigeria. Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila mengalami gejala cacar monyet setelah berpergian ke kedua negara tersebut.

Diagnosis Cacar Monyet

Pada tahap awal pemeriksaan, dokter akan memeriksa gejala dan jenis ruam yang muncul. Dokter juga akan menanyakan riwayat berpergian dari negara yang memiliki kasus cacar monyet.

Kemunculan ruam saja belum tentu menandakan cacar monyet, sehingga dokter perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat keberadaan virus di dalam tubuh, yaitu melalui:

  • Tes darah
  • Tes usap tenggorokan
  • Biopsi kulit (pengambilan sampel jaringan kulit untuk diperiksa dengan mikroskop)

Pengobatan Cacar Monyet

Tidak ada pengobatan spesifik yang dilakukan pada penderita cacar monyet. Obat-obatan yang diberikan hanya bersifat suportif sesuai keluhan pasien. Misalnya pemberian penurun panas dan anti-nyeri pada pasien yang mengalami demam atau nyeri otot.

Komplikasi Cacar Monyet

Cacar monyet memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Meskipun jarang, penyakit ini tetap dapat berisiko menimbulkan komplikasi. Kurang dari 10% penderitanya bahkan dapat mengalami komplikasi yang berakibat fatal.

Komplikasi cacar monyet antara lain adalah:

  • Dehidrasi
  • Infeksi bakteri
  • Infeksi paru-paru

Pencegahan Cacar Monyet

Pencegahan utama cacar monyet adalah menghindari kontak langsung dengan hewan primata dan pengerat, seperti monyet dan tupai, atau orang-orang yang sedang terinfeksi. Selain itu, beberapa langkah pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah:

  • Hindari kontak dengan tikus, monyet, tupai dan anjing jenis prairie, terutama yang hidup liar atau tidak diketahui status kesehatannya.
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang menderita cacar monyet maupun alat- alat yang digunakan untuk merawat orang tersebut.
  • Hanya makan daging yang dimasak matang sempurna.
  • Bagi petugas kesehatan, wajib mengenakan alat pelindung diri lengkap setiap kali menangani pasien yang dicurigai menderita cacar monyet.
  • Jangan memelihara hewan tanpa terlebih dahulu memeriksa status kesehatannya di dokter hewan.

Sumber : https://www.alodokter.com/cacar-monyet