Penyakit Cacar Air

Penyakit Cacar Air atau dalam istilah medis disebut varicella adalah infeksi yang disebabkan virus Varicella zoster. Penderita yang terinfeksi virus ini ditandai dengan munculnya ruam kemerahan berisi cairan yang sangat gatal di seluruh tubuh.

Pada sebagian besar penderitanya, Cacar Air merupakan penyakit ringan, khususnya setelah digalakkan program vaksinasi Cacar Air pada pertengahan tahun 1990-an. Kendati demikian, Cacar Air tetap dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius pada penderita yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya penderita HIV/AIDS.

Gejala Cacar Air

Gejala Cacar Air muncul setelah 10 hingga 21 hari tubuh terpapar virus Varicella. Gejala Cacar Air ditandai dengan:

  • Demam
  • Pusing
  • Lemas
  • Nyeri tenggorokan
  • Selera makan menurun
  • Ruam merah, yang biasanya berawal dari perut, punggung, atau wajah, dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. Ruam tersebut berwarna merah, kecil, dan berisi cairan. Kemunculan ruam ini terjadi secara bertahap dan bertambah banyak selama 2 hingga 4 hari.

Terdapat 3 tahap perkembangan ruam sebelum mencapai tahap penyembuhan. Tahap tersebut berupa:

  • Ruam merah menonjol
  • Ruam mejadi seperti luka lepuh berisi cairan (vesikel), yang dapat pecah dalam beberapa hari
  • Luka lepuh yang pecah menjadi kerak kering, dan dapat hilang dalam waktu beberapa hari.

Penyebab dan Faktor Risiko Cacar Air

Cacar Air disebabkan oleh virus, yang mudah menular melalui percikan ludah, serta kontak langsung dengan cairan yang berasal dari ruam. Penyakit ini lebih rentan menyerang anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Sejumlah kondisi dapat menyebabkan seseorang rentan mengalami Cacar Air. Di antaranya adalah:

  • Belum pernah terkena Cacar Air.
  • Belum menerima vaksin Cacar Air, terutama ibu hamil.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena menderita HIV, menggunakan obat kortikosteroid, atau menjalani kemoterapi.
  • Bekerja di tempat umum, seperti di sekolah atau rumah sakit.
  • Bayi yang baru lahir dari ibu yang yang belum divaksinasi Cacar Air.

Pengobatan dan Pencegahan Cacar Air

Pengobatan Cacar Air bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala yang dialami oleh pasien, dengan atau tanpa bantuan obat. Ada beberapa pengobatan mandiri yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala, yaitu:

  • Perbanyak minum dan mengonsumsi makanan yang lembut.
  • Tidak menggaruk ruam atau luka Cacar Air.
  • Mengenakan pakaian berbahan lembut dan ringan.

Sebagai upaya pencegahan penyakit Cacar Air, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi Cacar Air atau vaksin varicella. Di Indonesia sendiri, vaksinasi Cacar Air tidak termasuk dalam daftar imunisasi rutin lengkap, tapi tetap dianjurkan untuk diberikan.

Sumber : https://www.alodokter.com/cacar-air