Penyakit Burkitt Lymphoma

Burkitt Lymphoma atau Limfoma Burkitt adalah bentuk limfoma non-Hodgkin di mana kanker mulai tumbuh pada sel darah putih yang disebut sel-B dari sistem kekebalan tubuh, yang dapat menyebar ke daerah luar sistem getah bening, seperti darah, sumsum tulang, cairan spinalis, susunan saraf pusat. Tumor ini tergolong tumbuh dengan cepat dan jika tidak segera diobati akan fatal.

Penyebaran sel kanker pada limfoma Burkitt bisa terjadi ke semua bagian tubuh, termasuk otak dan sumsum tulang belakang. Burkitt Lymphoma bisa terjadi pada semua kelompok usia, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini sering dikaitkan dengan infeksi virus, seperti human immunodeficiency virus (HIV) dan virus Epstein-Barr (EBV).

Perbedaan Limfoma Hodgkin dan Non-Hodgkin

Berbeda dengan limfoma Hodgkin, non-Hodgkin lymphoma dapat bermula dari sel limfosit B maupun T. Sementara limfoma Hodgkin hanya bermula dari sel limfosit B. Kanker non-Hodgkin pun tidak mengandung sel Reed-Sternberg sebagaimana jenis penyakit Hodgkin.

Selain itu, kanker getah bening non-Hodgkin pun lebih mungkin untuk menyebar ke organ lain dalam tubuh. Sementara pada kanker Hodgkin, penyebaran mungkin saja terjadi, meski kasusnya terbilang jarang.

Gejala Burkitt Lymphoma

Gejala Burkitt Lymphoma berbeda-beda, tergantung pada jenisnya. Pada endemic Burkitt lymphoma, tumor atau pembesaran kelenjar getah bening biasanya dimulai di area tulang wajah, rahang, dan menyebar ke sistem saraf pusat.

Pada sporadic Burkitt Lymphoma dan immunodeficiency-related lymphoma tumor atau pembesaran kelenjar getah bening biasanya dimulai di usus, organ reproduksi (seperti ovarium dan testis), lalu menyebar ke hati, limpa, dan sumsum tulang belakang.

Selain itu, gejala lain yang bisa dialami oleh penderita Burkitt Lymphoma adalah:

  • Rasa lelah yang tidak diketahui sebabnya
  • Demam yang berkepanjangan
  • Sering berkeringat di malam hari
  • Nafsu makan turun
  • Berat badan turun
  • Pembengkakan perut

Penyebab Burkitt Lymphoma

Belum diketahui penyebab pasti dari Burkitt Lymphoma. Namun, infeksi virus Epstein-Barr (EBV) dan human immunodeficiency virus (HIV), sering dikaitkan dengan kondisi ini.

Selain itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya Burkitt Lymphoma, antara lain:

  • Kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti penyakit HIV/AIDS, infeksi HTLV (virus limfotrofik sel T manusia), dan kemoterapi atau radioterapi
  • Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau penyakit celiac
  • Penyakit lambung akibat infeksi Helicobacter pylori

Meski termasuk penyakit yang berbahaya, Burkitt Lymphoma tidak menular dan tidak diwariskan atau diturunkan dari orang tua.

Jenis Penyakit Burkitt Lymphoma

Ada 3 tipe Burkitt Lymphoma, yaitu:

  • Diffuse large B-cell lymphoma (DLCBL)
    Subtipe ini adalah jenis non-Hodgkin lymphoma yang paling sering terjadi. Sesuai namanya, DLCBL berkembang dari sel limfosit B yang tumbuh dan menyebar secara cepat atau agresif. Sel-sel abnormal pada subtipe ini tersebar (difus) ketika dilihat di bawah mikroskop.
  • Follicular lymphoma
    Limfoma subtipe ini berkembang dari sel limfosit B, tetapi tumbuh secara lambat. Subtipe ini adalah kanker non-Hodgkin tingkat rendah yang paling umum terjadi. Sel B yang abnormal pada subtipe ini sering menumpuk di kelenjar getah bening sebagai folikel (gumpalan).
  • Limfoma Burkitt
    Limfoma subtipe ini berkembang dari sel limfosit B dan biasanya tumbuh dengan sangat cepat. Ada tiga jenis utama dari limfoma Burkitt, yaitu endemik (yang umumnya muncul di Afrika dan terkait dengan malaria kronis dan Epstein-Barr Virus), sporadik (muncul di luar Afrika dan dikaitkan juga dengan Epstein-Barr Virus), serta yang terkait dengan defisiensi imun (biasanya berkembang pada orang dengan HIV atau yang menjalani transplantasi organ).

Kapan harus ke dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami pembesaran atau benjolan di wajah, rahang, leher, atau perut, terlebih jika disertai keluhan yang disebutkan di atas.

Jika Anda memiliki kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS dan penyakit autoimun, lakukan kontrol rutin ke dokter untuk memantau kondisi Anda.

Jika Anda sudah didiagnosis menderita Burkitt Lymphoma, lakukan pemeriksaan sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter dan ikuti pengobatan sampai dinyatakan selesai oleh dokter. Hal ini karena Burkitt Lymphoma merupakan penyakit yang berisiko untuk kambuh.

Diagnosis Burkitt Lymphoma

Dokter akan menanyakan keluhan dan gejala yang dialami oleh pasien, Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di area kepala, leher, dan perut, untuk memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening di area-area tersebut.

Selanjutnya, untuk mendiagnosis Burkitt Lymphoma, dokter akan melakukan beberapa tes penunjang berikut:

  • Biopsi, untuk mengambil sampel jaringan kelenjar getah bening. Sampel jaringan akan diperiksa di laboratorium guna mengetahui jenis sel yang tumbuh dan berkembang di kelenjar getah bening
  • Tes darah, untuk mengetahui jumlah sel-sel darah serta untuk menilai fungsi hati dan ginjal
  • Pemindaian dengan Rontgen, CT scan, MRI, USG, dan PET scan, untuk melihat posisi, ukuran, dan penyebaran limfoma
  • Aspirasi sumsum tulang, untuk melihat penyebaran sel-sel kanker di sumsum tulang
  • Tes HIV, untuk mendeteksi infeksi HIV. Pemeriksaan dilakukan dengan tes antibodi, tes PCR, dan tes kombinasi antibodi-antigen

Pengobatan Burkitt Lymphoma

Setelah pasien dipastikan menderita Burkitt Lymphoma, dokter akan melakukan berbagai jenis pengobatan, seperti:

  • Kemoterapi
    Kemoterapi dilakukan dengan memberikan obat atau suntikan untuk menghancurkan sel-sel kanker. Jenis pengobatan ini bisa diberikan sendiri atau kombinasi dengan perawatan lainnya.
  • Terapi radiasi
    Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Jenis perawatan ini juga bisa dilakukan sendiri atau kombinasi dengan pengobatan lainnya.
  • Transplantasi sel induk atau sumsum tulang
    Pada pengobatan ini, dokter akan mengganti sel induk yang terkena kanker dengan sel induk yang sehat, yang diambil dari tubuh Anda sendiri atau donor. Sebelum prosedur ini dilakukan, Anda umumnya perlu menjalankan kemoterapi atau radioterapi terlebih dahulu.
  • Terapi biologis
    Dokter dapat merekomendasikan untuk melakukan terapi biologis atau imunoterapi. Imunoterapi yang sering diberikan untuk kanker getah bening non Hodgkin, yaitu rituximab atau ibrutinib. Obat-obatan ini bekerja dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.

Komplikasi Burkitt Lymphoma

Burkitt Lymphoma dapat menyebabkan komplikasi berupa:

  • Obstruksi usus
  • Sindrom tumor lisis
  • Kemandulan
  • Gangguan fungsi hati
  • Penyebaran atau metastasis sel kanker ke organ dan bagian tubuh lain

Pencegahan Burkitt Lymphoma

Burkitt Lymphoma tidak bisa dicegah. Namun, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya Burkitt Lymphoma, yaitu:

  • Melakukan hubungan seks yang aman dan tidak menggunakan NAPZA untuk mencegah penularan HIV/AIDS
  • Melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin jika memiliki penyakit autoimun atau mengonsumsi obat imunosupresan untuk jangka panjang

Sumber : https://www.alodokter.com/burkitt-lymphoma