Penyakit Akromegali

Penyakit Akromegali atau Acromegaly adalah penyakit yang muncul karena tubuh orang dewasa kelebihan hormon pertumbuhan (growth hormone). Pada anak-anak, growth hormone memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan pada orang dewasa, growth hormone memengaruhi level energi, kekuatan otot, dan kesehatan tulang.

Peningkatan produksi growth hormone umumnya disebabkan oleh tumor jinak di kelenjar hipofisis (pituitary). Peningkatan juga dapat disebabkan oleh tumor pada organ tubuh lain, seperti paru-paru atau pankreas, namun hal tersebut jarang terjadi.

Pada orang dewasa, Akromegali sering kali ditemukan saat usia paruh baya. Akromegali juga merupakan kondisi yang sangat jarang ditemukan. Diperkirakan hanya ditemukan tiga kasus baru Akromegali pada setiap satu juta orang setiap tahunnya.

Meskipun dapat terjadi pada segala usia, Akromegali biasanya terjadi pada orang berusia 30-50 tahun. Jika terjadi pada anak, kelebihan growth hormone bukan menyebabkan Akromegali melainkan gigantisme.

Penyebab Penyakit Akromegali

Akromegali terjadi akibat tingginya produksi hormon pertumbuhan (GH). Sistem regulasi hormon dalam tubuh manusia umumnya diatur dalam bentuk kaskade. Untuk growth hormone misalnya, kaskade diawali dengan produksi growth hormone-releasing hormone (GHRH) oleh hipotalamus otak.

GHRH akan menstimulasi kelenjar pituitari untuk menghasilkan growth hormone. Keluarnya hormon ini dalam aliran darah akan menstimulasi hati untuk menghasilkan insulin-like growth factor I (IGF-I). Kadar IGF-I yang tinggi selanjutnya akan memberitahu kelenjar pituitari untuk mengurangi produksi growth hormone.

Terdapat dua jenis tumor yang dapat meningkatan produksi GH, yaitu:

Tumor pituitari

Sebagian besar kasus Akromegali memperlihatkan adanya tumor pada kelenjar hipofisis (pituitari) yang dapat meningkatkan produksi GH. Kelenjar hipofisis terletak di bagian bawah otak dan berfungsi memproduksi berbagai hormon penting bagi tubuh, salah satunya adalah growth hormone.

GH memicu organ hati untuk memproduksi insulin-like growth factor I (IGF-I) yang berfungsi sebagai stimulan pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh. Kadar GH yang berlebih akan mempengaruhi produksi IGF-I, sehingga memicu pertumbuhan abnormal pada organ serta jaringan otot dan tulang.

Tumor Nonpituitari

Tumor yang muncul pada bagian tubuh lain, seperti paru-paru, pankreas, dan otak, juga dapat meningkatkan produksi GH. Pada beberapa kasus lain, tumor tersebut juga dapat memproduksi growth hormone-releasing hormone (GHRH) atau hormon yang melepaskan hormon pertumbuhan, sehingga produksi GH meningkat.

Selain karena tumor, GH juga dapat meningkat akibat gangguan di hipotalamus sehingga tidak dapat mengendalikan sel yang memproduksi GH. Hipotalamus adalah bagian otak yang juga menghasilkan beberapa hormon yang penting untuk tubuh.

Walaupun jarang ditemukan, Akromegali juga dapat disebabkan tumor pada bagian tubuh lainnya seperti paru-paru, pankreas, dan bagian lain dari otak. Sering kali, tumor ini menghasilkan GNRH yang menyebabkan produksi growth hormone oleh kelenjar pituitari. Tumor tersebut bisa juga memproduksi growth hormone secara langsung.

Gejala dan Tanda Akromegali

Tidak semua kondisi Akromegali memperlihatkan gejala dan tanda yang signifikan. Gejala dan tanda Akromegali akan terlihat lebih jelas seiring dengan pertambahan usia. Berikut ini On Clinic USA akan menjabarkan beberapa gejala dan tanda yang dapat dialami adalah :

Tanda Akromegali:

  • Kaki dan tangan membesar.
  • Struktur wajah berubah.
  • Ukuran lidah, hidung, dan bibir membesar.
  • Muncul renggang di antara gigi.
  • Kulit berminyak dan kasar.
  • Mendengkur kencang saat tidur.
  • Rongga dada menjadi lebar (barrel chest).
  • Suara serak dan berat (akibat pelebaran pita suara dan sinus).
  • Jantung membesar.

Gejala Akromegali:

  • Keringat berlebih, hingga bau badan.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan dan tubuh terasa l
  • Otot melemah.
  • Nyeri sendi dan kemampuan gerak terbatas.
  • Gangguan penglihatan
  • Sulit tidur.
  • Gangguan siklus menstruasi pada wanita.
  • Disfungsi ereksi pada pria.
  • Kehilangan gairah seks.

Kapan harus ke dokter

Akromegali cenderung berkembang secara perlahan sehingga mungkin gejala dan tanda awalnya tidak terlihat. Gejala dan tanda Akromegali bisa baru tampak setelah beberapa tahun. Jika Anda telah mendeteksi adanya gejala dan tanda Akromegali, segera temui dokter atau kunjungi rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan dini.

Jika Anda telah terdiagnosis menderita Akromegali, lakukanlah kontrol rutin ke dokter untuk memantau perkembangan penyakit, mengevaluasi pengobatan, dan mencegah kekambuhan penyakit.

Diagnosis Akromegali

Untuk menentukan diagnosis Akromegali, dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh dengan melakukan anamnesis seputar tanda dan gejala yang dirasakan, juga pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang yang mungkin diperlukan untuk mendukung diagnosis adalah:

  • Kadar growth hormone : kenaikan kadar hormon ini (>10 ng/ml) setelah mengonsumsi gula, ditambah dengan gejala klinis dari Akromegali, dapat memastikan diagnosis.
  • Tes konsumsi glukosa (gula) oral : menilai kadar growth hormone setelah konsumsi gula. Pada keadaan normal konsumsi gula akan menstimulasi pituitari untuk mengurangi produksi growth hormone.
    Kadar IGF-I.
  • Pencitraan : MRI atau CT-scan untuk menilai adanya adenoma pituitari atau tumor pada bagian tubuh lainnya. Pemeriksaan sinar X untuk menilai manifestasi kelebihan growth hormone dan IGF-I pada tulang.

Pengobatan Penyakit Akromegali

Jenis pengobatan Akromegali ditentukan berdasarkan penyebabnya. Pengobatan difokuskan untuk mengurangi tingkat keparahan gejala, mengatur kadar hormon pertumbuhan berlebih, dan mengatasi gangguan di kelenjar hipofisis.

Berikut ini adalah tiga metode pengobatan yang dapat digunakan oleh dokter untuk mengatasi Akromegali:

Obat-obatan

Obat-obatan berikut ini dapat digunakan untuk pengobatan pendukung setelah operasi, atau jika operasi tidak dapat dilakukan:

  • Dopamine agonist
    Obat ini berfungsi untuk menekan produksi GH dan IGH-I. Contoh obat ini adalah bromocriptine.
  • Analog somatostatin
    Obat-obatan seperti octreotide digunakan untuk mengontrol produksi dan aliran hormon pertumbuhan, serta mengecilkan ukuran tumor.
  • Antagonis hormon pertumbuhan
    Obat ini berfungsi untuk memblokir efek hormon pertumbuhan pada jaringan tubuh. Salah satu contoh obat antagonis hormon pertumbuhan adalah pegvisomant.

Operasi

Operasi umumnya direkomendasikan untuk mengangkat tumor dari hipofisis yang menekan saraf dan memicu produksi GH berlebih. Operasi menggunakan teknik endoskopi yang masuk melalui hidung atau bibir atas untuk mengangkat tumor yang ada.

Radioterapi

Radioterapi umumnya disarankan jika tumor tidak dapat terangkat sepenuhnya dengan prosedur operasi dan obat-obatan. Terapi ini berfungsi untuk menghancurkan sel tumor yang masih tersisa dan menekan kadar hormon pertumbuhan secara perlahan.

Komplikasi Penyakit Akromegali

Penyakit Akromegali yang tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi, seperti:

  • Sindrom lorong kapal (carpal tunnel syndrome).
  • Sleep apnea, yang dapat menutup saluran pernapasan.
  • Osteoarthritis atau radang sendi.
  • Keguguran pada wanita hamil.
  • Hipertensi.
  • Diabetes.
  • Penyakit jantung, terutama kardiomiopati.
  • Penyakit tiroid.
  • Hipopituitarisme.
  • Pertumbuhan polip di usus besar.
  • Pertumbuhan tumor jinak di rahim.
  • Penekanan pada saraf tulang belakang.
  • Kebutaan.

Sumber : https://www.alodokter.com/akromegali