Penyakit ADHD Pada Anak

Penyakit ADHD Pada Anak atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif, sehingga dapat berdampak pada prestasi anak di sekolah.

Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan sistem saraf dengan bentuk gangguan perilaku berupa ketakmampuan memusatkan perhatikan, perhatian mudah teralih, impulsif dan hiperaktif. ADHD ditemukan pada 6,5% anak-anak dan 2,7% pada remaja.

Hingga saat ini, penyebab utama ADHD belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, kondisi ini diduga dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Selain terjadi pada anak-anak, ADHD juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Gejala Penyakit ADHD Pada Anak

Gejala utama Penyakit ADHD Pada Anak adalah sulit memusatkan perhatian, serta berperilaku impulsif dan hiperaktif. Penderita tidak bisa diam dan selalu ingin bergerak.

Gejala ADHD umumnya muncul pada anak-anak sebelum usia 12 tahun. Namun pada banyak kasus, gejala ADHD sudah dapat terlihat sejak anak berusia 3 tahun. ADHD yang terjadi pada anak-anak dapat terbawa hingga dewasa.

Penyebab dan Faktor Risiko ADHD

Penyebab ADHD belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko anak terkena ADHD. Faktor risiko ini meliputi faktor genetik dan lingkungan. ADHD juga diduga berkaitan dengan gangguan pada pola aliran listrik otak atau gelombang otak.

Penelitian menunjukkan adanya pengurangan volume pada beberapa bagian otak penderita ADHD bila dibandingkan dengan bukan penderita ADHD. Selain masalah volume otak, penderita ADHD juga mengalami gangguan pada regulasi zat-zat kimia di otak. Penderita ADHD memiliki gangguan dalam menghambat respon, sehingga cenderung sulit untuk menghentikan responnya terhadap sesuatu.

Diagnosis ADHD

Diagnosis ADHD tidak memerlukan berbagai tes laboratorium yang rumit. Diagnosis ADHD cukup dilakukan dengan mengamati gejala si Kecil. Walaupun demikian, diagnosis ADHD bukan berarti mudah. Salah satu panduan kriteria diagnosis yang banyak digunakan dokter spesialis kesehatan jiwa dan dokter spesialis anak dalam mendiagnosis ADHD adalah American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual edisi V (DSM-5).

Selain itu, dokter anak juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang untuk mencari penyebab lain yang dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan ADHD.

Langkah Penanganan ADHD

Penanganan ADHD dapat berupa pemberian obat-obatan dan psikoterapi. Selain penderita, orang tua, keluarga, pengasuh, dan guru di sekolah juga perlu mendapatkan bimbingan untuk menghadapi anak dengan ADHD. Walaupun ADHD tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, pengobatan yang diberikan dapat meredakan gelaja ADHD dan memampukan penderitanya untuk menjalani hidup dengan normal.

Sumber : https://www.alodokter.com/adhd