Lima Penyebab Stres Berat yang Dampak Buruk Bagi Kesehatan

Lima Penyebab Stres Berat yang Dampak Buruk Bagi Kesehatan

Lima Penyebab Stres Berat yang Dampak Buruk Bagi KesehatanCiri-ciri seseorang mengalami stres berat antara lain: Mudah gelisah, merasa frustrasi, dan sering terlihat murung. Mudah tersinggung. Merasa dirinya tidak baik dan tidak berharga, serta merasa begitu tertekan. Stres bukanlah hal asing di zaman yang cepat berubah seperti sekarang. 

Stres berat bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari beban pekerjaan, masalah keluarga, kehilangan orang terkasih, menderita penyakit tertentu, bercerai, kehilangan pekerjaan, hingga terlilit hutang. Tekanan dari luar biasanya menjadi salah satu faktor penyebab seseorang merasakan stres emosional.

Dalam hal ini, kemampuan kita untuk mengendalikan pikiran dan emosi sangatlah penting untuk mengelola stres dengan baik. Sebab, stres berat yang berkepanjangan bisa berdampak buruk bagi kesehatan, lo! Apa saja dampaknya?

1. Sakit kepala 
Selain Masalah Kulit, Ini 5 Dampak Lain Stres terhadap Kesehatan 

Stres adalah salah satu pemicu umum sakit kepala. Tekanan darah yang meningkat saat stres membuat otot-otot menegang, sehingga sakit kepala pun tak terelakkan.

Hal ini dapat terjadi karena tubuh memproduksi senyawa yang menyebabkan perubahan pada pembuluh darah sebagai respons dari stres yang dialami.

Mengutip Mayo Clinic, beberapa gejala sakit kepala yang disebabkan oleh stres di antaranya adalah sakit kepala pada bagian depan, serta terasa seperti tekanan di sekitar kening, samping, dan belakang kepala.

2. Masalah pencernaan 
Selain Masalah Kulit, Ini 5 Dampak Lain Stres terhadap Kesehatan 

Seperti yang kita ketahui, otak dan pencernaan saling berkomunikasi atau saling berhubungan. Jika ada perubahan yang terjadi pada otak akibat stres, maka itu bisa dengan mudah berdampak pada sistem pencernaan.

Stres dapat memicu terganggunya jutaan bakteri yang ada di sistem pencernaan. Menurut keterangan dari National Health Service, hal ini bisa memperlambat proses pencernaan bagi sebagian orang, sementara sebagian lagi jadi lebih cepat.

Proses pencernaan yang tidak normal tersebut bisa menimbulkan sakit perut, kembung, konstipasi, serta diare.

3. Obesitas atau kegemukan 
Selain Masalah Kulit, Ini 5 Dampak Lain Stres terhadap Kesehatan 

Pernahkah kamu merasa ingin makan terus-menerus ketika sedang stres? Stres memang memberikan dampak berbeda bagi setiap orang.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, stres berat bisa mengacaukan kerja otak dan sistem pencernaan, yang mana hal tersebut bisa membuat orang kehilangan selera makan atau sebaliknya, merasa mudah lapar.

Kondisi ini berkaitan dengan hormon kortisol yang dilepaskan otak saat sedang stres. Berdasarkan studi, orang yang memiliki kadar kortisol tinggi akibat stres memiliki kecenderungan lebih besar untuk makan ketika menghadapi masalah sehari-hari dibandingkan orang dengan kadar kortisol rendah, melansir News Medical Life Sciences.

Dengan demikian, sebagian orang lebih berisiko untuk mengalami obesitas atau kegemukan setiap menghadapi tekanan atau stres.

4. Asma atau terganggunya pernapasan
Selain Masalah Kulit, Ini 5 Dampak Lain Stres terhadap Kesehatan 

Asma merupakan penyakit pernapasan yang akan muncul ketika ada pemicunya. Berdasarkan keterangan dari Asthma UK, dorongan emosi yang kuat seperti tertawa, menangis, takut dan marah bisa menjadi pemicu asma. Begitu pula dengan stres dan serangan panik.

Hal ini dapat terjadi karena ketika seseorang mengalami dorongan emosi yang kuat, ritme pernapasan akan semakin meningkat meskipun kamu tidak memiliki riwayat asma. Dengan demikian, risiko munculnya gejala pernapasan seperti sesak napas pun juga ikut meningkat.

5. Penyakit jantung 
Selain Masalah Kulit, Ini 5 Dampak Lain Stres terhadap Kesehatan 

Stres secara emosional bisa memberikan dampak yang lebih buruk bagi kesehatan, yakni meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dilansir American Heart Association, stres dapat menjadi penyebab utama meningkatnya tekanan darah. Bagi sebagian orang, kondisi ini sangat bisa memperparah risiko terjadinya serangan jantung dan stroke, sama halnya dengan merokok, makan berlebih, serta kurangnya aktivitas fisik.

Dengan demikian, mengelola stres sangatlah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan.