Inilah Berbagai Jenis Penyakit Jika Makan Permen Berlebihan

Inilah Berbagai Jenis Penyakit Jika Makan Permen Berlebihan

Inilah Berbagai Jenis Penyakit Jika Makan Permen Berlebihan – Permen atau gula-gula  adalah makanan berkalori tinggi yang pada umumnya berbahan dasar gula, air, dan sirup  fruktosa. Permen adalah camilan yang banyak disukai anak-anak hingga orang dewasa.

Tingginya kadar gula dalam permen membuatnya diklaim sebagai salah satu penyebab  gigi berlubang. Tiap orang punya punya permen favorit yang berbeda-beda. Kamu termasuk?

Namun, tahukah kamu kalau mengonsumsi permen secara berlebihan dapat bisa menyebabkan berbagai kesehatan? Tak cuma dapat merusak gigi, camilan manis ini bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, lo! Gak percaya? Simak ulasan lebih lanjutnya di bawah ini, ya!

1. Penyakit jantung
5 Risiko Makan Permen secara Berlebihan, Bisa Bahaya!

Permen yang umumnya memiliki kadar gula tinggi bila dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Ini tertulis dalam sebuah laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Progress in Cardiovascular Diseases tahun 2015.

Kandungan gula yang tinggi dalam permen, begitu pula dengan camilan manis lainnya, dapat memicu beberapa faktor risiko penyakit jantung, tiga di antaranya adalah obesitas, inflamasi atau peradangan, dan meningkatkan kadar gula darah.

2. Kanker
5 Risiko Makan Permen secara Berlebihan, Bisa Bahaya!

Menurut sebuah laporan berjudul “Obesity as a Major Risk Factor for Cancer” dalam Journal of Obesity tahun 2013 menyebut bahwa pola makan tinggi gula, dan permen termasuk di antaranya, bisa menyebabkan obesitas, yang mana ini meningkatkan risiko kanker.

Ada pula studi lainnya dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention tahun 2011 menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi kukis dan roti manis lebih dari tiga kali per minggu 1,42 kali lebih mungkin terkena kanker endometrium dibanding perempuan yang mengonsumsi makanan ini kurang dari 0,5 kali per minggu.

Juga, ada penelitian yang menemukan kalau pola makan tinggi gula meningkatkan inflamasi dalam tubuh dan mungkin menyebabkan resistansi insulin, yang mana kedua kondisi ini meningkatkan risiko kanker, mengutip Healthline.

3. Meningkatkan risiko jerawat
5 Risiko Makan Permen secara Berlebihan, Bisa Bahaya!

Jerawat adalah masalah kulit yang bisa dialami siapa saja, tanpa mengenal gender dan usia. Penyebabnya bisa karena berbagai faktor, dan salah satunya adalah akibat mengonsumsi makanan atau minuman manis.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti makanan olahan manis, meningkatkan kadar gula darah lebih cepat daripada makanan dengan indeks glikemik yang rendah.

Menurut laporan dalam jurnal Advances in Dermatology and Allergology tahun 2016 menyebutkan kalau makanan manis bisa menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin, menyebabkan peningkatan sekresi androgen, produksi minyak dan inflamasi, yang mana semuanya ini berkontribusi dalam pembentukan jerawat.

4. Meningkatkan risiko depresi
5 Risiko Makan Permen secara Berlebihan, Bisa Bahaya!

Tak hanya menyerang penyakit fisik, kesehatan mental pun bisa terganggu bila kamu terlalu banyak makan makanan manis seperti permen. Ini pun telah dibuktikan beberapa penelitian dapat meningkatkan risiko depresi.

Dalam penelitian di jurnal Molecular Psychiatry tahun 2014, tim peneliti meyakini bahwa perubahan gula darah, disregulasi neurotransmiter, dan inflamasi mungkin menjadi alasan dampak gula yang merugikan pada kesehatan mental.

5. Memicu obesitas
5 Risiko Makan Permen secara Berlebihan, Bisa Bahaya!

Ini dia penyakit yang kerap dikaitkan dengan kadar gula berlebih, yaitu obesitas. Karena permen merupakan makanan olahan yang mengandung gula tambahan, maka mengonsumsinya terlalu banyak bisa mengarahkan seseorang pada risiko obesitas.

Dilansir Johns Hopkins Medicine, obesitas dapat memicu penyakit berbahaya seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Jadi, jangan terlalu sering mengonsumsi makanan manis walaupun porsinya terlihat sedikit layaknya permen, ya!

Sesekali menikmati permen favorit mungkin tidak menjadi masalah, tetapi jangan sampai berlebihan untuk mencegah berbagai kondisi yang disebutkan di atas tadi, ya. Yuk, mulai sekarang batasi konsumsi gula!