Cutaneous Larva Migrans (CLM)

Cutaneous Larva Migrans (CLM) adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh larva cacing. Infeksi ini ditandai dengan tonjolan kemerahan di kulit yang berkelok-kelok seperti ular. Telur dari parasit tersebut dapat berkembang menjadi larva jika berada di tanah yang hangat dan lembap.

Jenis cacing yang menyebabkan Cutaneous Larva Migrans adalah cacing tambang. Cacing ini hidup dan bertelur di usus hewan, seperti kucing, anjing, domba, serta kuda. Telur cacing akan keluar bersama kotoran hewan, kemudian menetas dan berkembang menjadi larva di tanah atau pasir. Penyakit ini dikenal juga dengan sebutan creeping eruptions.

Gejala dan Tanda Cutaneous Larva Migrans

Pada beberapa kasus Cutaneous Larva Migrans, gejala yang muncul bisa saja sangat ringan hingga tidak disadari oleh penderitanya. Namun, umumnya tanda-tanda yang akan muncul adalah:

  • Pada kulit tampak jalur kemerahan dan berliuk-liuk, karena perjalanan larva cacing dalam kulit
  • Kulit terasa gatal
  • Dapat timbul pembengkakan ringan
  • Lokasi umum adalah kaki dan bokong, namun area kulit mana pun yang terkena kontak dapat terinfeksi

Kapan harus ke dokter

Periksakan ke dokter bila Anda mengalami gejala di atas, terutama bila sebelumnya Anda melakukan aktivitas yang membuat kulit berkontak langsung dengan tanah atau pasir. Pengobatan yang dilakukan sejak dini akan mencegah terjadinya infeksi kulit sekunder.

Karena larva cacing tambang sering hidup di tubuh hewan peliharaan, rutinlah membawanya ke dokter hewan untuk mencegah penularan infeksi cacing ini.

Penyebab dan Faktor Risiko Cutaneous Larva Migrans

CLM disebabkan oleh infeksi cacing tambang cacing Ancylostoma, yaitu jenis cacing tambang yang hidup di dalam usus hewan, seperti kucing, anjing, domba, dan kuda. Cacing ini bertelur di dalam usus hewan tersebut dan keluar bersama kotoran. Telur kemudian menetas menjadi larva yang hidup di tanah lembap dan berpasir.

Dua spesies cacing Ancylostoma yang sering menyebabkan cutaneus larva migrans adalah Ancylostoma braziliense dan Ancylostoma caninum.

Larva cacing ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia ketika seseorang duduk, berbaring, atau berjalan tanpa alas kaki di tanah atau pasir yang terkontaminasi. Oleh sebab itu, CLM lebih berisiko terjadi pada orang yang sering kontak dengan tanah atau pasir, seperti:

  • Anak-anak yang bermain di tanah atau pasir.
  • Pembasmi hama, terutama di persawahan.
  • Petani, tukang kebun, dan pekerja bangunan.

Diagnosis Cutaneous Larva Migrans

Gejala dan keluhan yang disebabkan oleh CLM bisa mirip dengan gangguan atau kelainan kulit lainnya, sehingga untuk menentukan seseorang mengalami kondisi ini, dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan, dan apakah pasien memiliki pekerjaan atau aktivitas yang sering kontak dengan pasir atau tanah tanpa penggunaan pelindung atau alas kaki.

Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat ruam yang ada dikulit pasien. Untuk memastikan penyebabnya dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti optical coherence tomography (OCT) dengan menggunakan gelombang cahaya. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi jenis parasit di kulit.

Pengobatan Cutaneous Larva Migrans

CLM dapat sembuh dengan sendirinya dalam 1 sampai 2 bulan. Meski demikian, dokter akan meresepkan obat anticacing, seperti albendazole atau ivermectin, guna menyembuhkan infeksi. Durasi dari gangguan ini berbeda-beda tergantung dari seberapa banyak larva yang masuk.

Jika kondisi penderita Cutaneous Larva Migrans cukup parah, tindakan cryotherapy atau terapi beku menggunakan nitrogen cair dapat dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan parasit secara bertahap.

Komplikasi Cutaneous Larva Migrans

Meskipun dapat pulih dengan sendirinya, sejumlah komplikasi dapat terjadi akibat CLM yang tidak ditangani dengan, yaitu:

  • Infeksi kulit sekunder.
  • Penyakit Loffler, yaitu penumpukan infiltrat dan eosinofil pada paru-paru akibat infeksi larva cacing Ancylostoma dalam jumlah banyak.

Pencegahan Cutaneous Larva Migrans

Cutaneous Larva Migrans biasanya terjadi secara tidak sengaja. Namun upaya pencegahan dapat dilakukan dengan cara:

  • Rajin mencuci tangan.
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  • Selalu menggunakan alas kaki saat berjalan.
  • Selalu menggunakan alas saat berjemur di atas pasir
  • Rutin memeriksakan hewan peliharaan ke dokter hewan.

Sumber : https://www.alodokter.com/cutaneous-larva-migrans