Chancroid

Chancroid merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan luka terbuka pada alat kelamin dan sekitarnya. Penyakit Chancroid  dapat dialami pria dan wanita, dan dapat menyebar melalui hubungan seksual. Selain melalui hubungan seksual, penyakit ini juga dapat menular jika melakukan kontak kulit dengan luka yang terinfeksi Chancroid.

Bakteri Haemophilus ducreyi (H. ducreyi) merupakan bakteri yang menyerang jaringan pada area genital dan menimbulkan luka terbuka. Kondisi ini dapat/tidak diikuti dengan pembengkakan kelenjar getah bening area selangkangan (inguinal limfadenopati). Adanya Chancroid, sebagai salah satu bentuk infeksi menular seksual dengan ulserasi, meningkatkan risiko transmisi HIV sebanyak 10–50 persen pada wanita dan 50–300 persen pada pria.

Gejala Chancroid

Gejala awal Chancroid ditandai dengan munculnya satu atau beberapa benjolan berwarna merah pada area genital, setelah tiga atau tujuh hari terinfeksi. Pada pria, benjolan merah kecil terlihat pada kulup dan beberapa bagian penis. Sedangkan pada wanita, jumlah benjolan dapat mencapai beberapa buah yang berada di antara labia, anus, atau paha.

Dalam waktu beberapa hari, papul ini dapat terkikis dan membentuk ulkus (kawah) yang dalam dan terasa sangat nyeri. Penyakit ini tidak menyebabkan kematian.

Gejala yang umumnya muncul pada penderita Chancroid adalah:

  • Ulkus multipel, dalam, dan nyeri pada kelamin dengan tepi tidak rata. Pada pria umumnya ditemukan pada preputium dan lingkar kepala penis (koronal sulkus). Pada wanita umumnya ditemukan pada vulva, dalam kasus jarang bisa ditemukan pada serviks.
  • Pada mereka yang melakukan hubungan seksual secara anal, ulkus ini dapat ditemukan di sekitar anus.
  • Dapat muncul lesi selain pada kelamin akibat inokulasi secara tidak sengaja, misalnya pada jari.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening area selangkangan yang terasa nyeri.
  • Komplikasi pada pria terbentuknya bubo, fimosis, dan phagadenia (ulkus nekrotik yang berkembang secara cepat pada jaringan penis). Komplikasi pada wanita adalah terbentuknya bubo.

Penyebab Chancroid

Penyakit Chancroid disebabkan oleh bakteri berbentuk batang (basil), H. ducreyi, yang berpotensi tinggi menimbulkan infeksi. Bakteri tersebut masuk ke dalam kulit, sehingga menyebabkan reaksi peradangan. Racun yang dihasilkan bakteri menyebabkan regenerasi sel terhenti. sehingga terjadi kematian sel dan jaringan tubuh (nekrosis).

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bakteri H. ducreyi menular melalui kontak seksual. Waktu yang dibutuhkan bakteri dari terpapar sampai menimbulkan gejala adalah sekitar 1-2 minggu.

Diagnosis Chancroid

Berikut kriteria yang dapat digunakan untuk membantu menentukan diagnosis Chancroid:

  • Adanya satu atau lebih ulkus pada kelamin yang terasa nyeri
  • Presentasi klinis, berupa ulkus kelamin dan limfadenopati inguinal (jika ada) yang khas untuk Chancroid
  • Pasien tidak terinfeksi dengan pallidum yang dibuktikan dengan pemeriksaan lapangan gelap (darkfield) dari eksudat ulkus atau pemeriksaan serologi sifilis yang dilakukan setidaknya 7 hari setelah munculnya gejala ulkus
  • Hasil pemeriksaan eksudat ulkus negatif pada pemeriksaan PCR HSV atau kultur HSV

Pengobatan Chancroid

Pengobatan tidak hanya diberikan kepada penderita Chancroid, namun juga untuk pasangan seksual dari penderita, terutama yang melakukan hubungan seksual dengan penderita dalam jangka waktu 10 hari sebelum munculnya gejala.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, sehingga pengobatan yang diberikan adalah antibiotik. Pengobatan yang berhasil akan menyembuhkan infeksi, memperbaiki gejala dan keluhan dan mencegah transmisi infeksi kepada orang lain. Walaupun demikian, terdapat risiko terjadi jaringan parut (scar) walaupun pengobatan sukses.

Sumber : https://www.alodokter.com/chancroid