Cedera Kepala Ringan

Cedera Kepala Ringan adalah tipe cedera kepala yang paling sering terjadi dan gejalanya paling ringan. Cedera ini terjadi ketika seseorang mengalami benturan langsung dan tiba-tiba di kepala misalnya karena terjatuh, pukulan, atau kecelakaan. Pada sebagian besar kasus, cedera kepala ringan terjadi akibat terjatuh.

Kebanyakan orang yang mengalami cedera kepala ringan sembuh tanpa perlu menjalani perawatan. Meski demikian, pemeriksaan oleh dokter tetap diperlukan untuk mencegah memburuknya gejala dan timbulnya komplikasi.

Penyebab dan Faktor Risiko Cedera Kepala Ringan

Otak adalah organ yang terbentuk dari jaringan lunak. Organ vital ini dikelilingi oleh cairan serebrospinal yang berfungsi melindungi otak ketika terjadi benturan pada kepala.

Cedera Kepala Ringan terjadi ketika otak membentur tulang tengkorak kepala. Akibatnya, fungsi otak menjadi terganggu untuk sementara. Jika dibiarkan begitu saja, trauma kepala ringan berpotensi memicu berbagai komplilasi, seperti:

  • Sindrom pasca gegar otak, seperti sakit kepala, pusing, serta kesulitan untuk berpikir.
  • Epilepsi.
  • Sindrom cedera otak kedua. Komplikasi pembengkakan otak yang berkembang sangat cepat dan bersifat fatal biasanya terjadi pada cedera otak kedua. Cedera ini terjadi dalam waktu dekat setelah gegar otak pertama, di mana pengidap gegar otak belum sepenuhnya pulih.
  • Penumpukan efek akibat cedera otak. Penumpukan gangguan fungsi otak yang bersifat permanen pada pengidapnya jika cedera otak terjadi berulang kali
  • Vertigo dan sakit kepala. Komplikasi ini bisa dialami oleh pengidap selama satu minggu hingga beberapa bulan setelah mengalami cedera otak.

Gejala Cedera Kepala Ringan

Cedera Kepala Ringan bisa menimbulkan berbagai gejala, baik pada fisik, sistem sensorik maupun mental. Beberapa gejala dapat muncul seketika setelah kejadian, sedangkan gejala lain bisa muncul beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.

Berikut ini adalah gejala fisik yang dapat timbul akibat cedera kepala ringan:

  • Mual atau muntah
  • Pusing atau sakit kepala ringan
  • Pandangan kabur
  • Linglung
  • Terlihat bengong
  • Mudah marah atau kesal
  • Perubahan pola tidur, misalnya susah tidur atau tidur lebih lama dari biasanya
  • Telinga berdenging
  • Merasa lemas atau lelah
  • Mengalami gangguan keseimbangan tubuh

Gejala ini dapat terjadi beberapa saat setelah pengidap mengalami cedera dan dapat terjadi setelah beberapa jam ataupun beberapa hari setelahnya. Pada anak yang mengalami gegar otak, gejalanya cenderung sama dengan orang dewasa, tetapi lebih sulit dideteksi, gejala pada anak-anak biasanya ditambah dengan:

  • Lebih cengeng dari biasanya atau bahkan terus menangis
  • Perubahan sikap atau cara bermain, misalnya tidak tertarik dengan mainan kesukaannya
  • Uring-uringan
  • Sulit memusatkan perhatian
  • Kehilangan keseimbangan, sehingga sulit berjalan
  • Mudah lelah

Periksakan diri ke dokter jika gejala bertambah parah atau tidak kunjung berkurang selama 24 jam setelah mengalami cedera kepala. Pemantauan secara seksama pada 24 jam pertama ini sangatlah penting, terutama jika mengalami kehilangan kesadaran selama lebih dari 30 detik, muntah berulang kali, sakit kepala yang makin parah, perdarahan dari telinga, lemas, lebam di belakang telinga, pandangan sangat kabur, linglung, kejang-kejang, uring-uringan, pelafalan yang tidak jelas, amnesia, atau kehilangan keseimbangan.

Kapan harus ke dokter

Periksakan ke dokter jika Anda atau anak Anda mengalami cedera kepala, meskipun tidak mengalami gejala apa pun. Segera ke dokter jika muncul keluhan di bawah ini, terutama bila berlangsung terus-menerus dan semakin memburuk:

  • Mual dan muntah
  • Linglung atau bingung
  • Telinga berdenging
  • Pusing dan sakit kepala
  • Keluar darah dari hidung atau telinga
  • Hilang kesadaran lebih dari 30 menit
  • Perubahan pada perilaku dan cara bicara
  • Perubahan pada mental dan koordinasi gerak tubuh
  • Perubahan pada mata, seperti pupil membesar atau tidak sama ukurannya antara kanan dan kiri
  • Gangguan penglihatan
  • Tungkai melemah
  • Kejang

Diagnosis Cedera Kepala Ringan

Dokter akan bertanya terkait gejala yang dialami, dan apakah ada riwayat benturan di kepala. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui tingkat keparahan cedera kepala yang dialami pasien.

Pemeriksaan fisik tersebut dilakukan dengan menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS). GCS akan mengukur kemampuan pasien dalam menggerakkan mata dan tungkai, serta respons pasien dalam mengikuti instruksi yang diberikan.

Dalam GCS, kemampuan pasien akan diberi nilai dari 3 sampai 15. Semakin tinggi nilainya, maka semakin ringan tingkat keparahannya. Cedera Kepala Ringan berada dalam skala 13 sampai 15.

Selain GCS, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lain, seperti:

  • Pemeriksaan neurologis, untuk mengetahui fungsi penglihatan, pendengaran, dan keseimbangan
  • Pemindaian kepala dengan CT scan atau MRI, untuk melihat seberapa parah cedera yang dialami

Pengobatan Cedera Kepala Ringan

Cedera Kepala Ringan biasanya tidak memerlukan penanganan khusus. Dokter akan menyarankan pasien beristirahat dan meresepkan obat parasetamol untuk meredakan sakit kepala.

Dokter juga akan menyarankan pasien untuk tidak melakukan aktivitas yang bisa memperburuk gejala, yaitu aktivitas yang memerlukan banyak gerak atau konsentrasi tinggi.

Meski begitu, pasien tidak disarankan untuk istirahat total. Sebaiknya, lakukan aktivitas ringan sesekali agar dapat diketahui bila ada gejala yang memburuk atau muncul gejala lain. Jika ada, periksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan penanganan.

Untuk membantu proses pemulihan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Jangan mengonsumsi obat aspirin dan ibuprofen.
  • Jangan mengonsumsi obat tidur atau obat golongan sedatif, seperti alprazolam, kecuali diresepkan oleh dokter.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Jangan berkendara, mengoperasikan mesin atau melakukan olahraga yang melibatkan kontak fisik sebelum benar-benar sembuh.
  • Tanyakan kepada dokter kapan Anda dibolehkan untuk kembali bersekolah, berolahraga, atau bekerja.

Komplikasi Cedera Kepala Ringan

Cedera Kepala Ringan dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, antara lain:

  • Sakit kepala pascatrauma, bisa muncul hingga 7 hari setelah cedera.
  • Vertigo pascatrauma, bisa muncul selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan setelah cedera.
  • Sindrom pasca gegar otak, meliputi sakit kepala, pusing berputar, dan sulit berpikir yang tak kunjung hilang hingga 3 minggu setelah cedera.

Pencegahan Cedera Kepala Ringan

Berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya cedera kepala ringan:

  • Menggunakan helm ketika sedang mengendarai sepeda motor.
  • Menggunakan pelindung kepala ketika melakukan olahraga yang memiliki risiko kecelakaan. Seperti saat sedang bersepeda, olahraga bela diri, atau ketika sedang melakukan olahraga ekstrem.

Sumber : https://www.alodokter.com/trauma-kepala-ringan