Beragam Jenis Kari Jepang yang Bercita Rasa Khas & Istimewa

Beragam Jenis Kari Jepang yang Bercita Rasa Khas & Istimewa

Beragam Jenis Kari Jepang yang Bercita Rasa Khas & Istimewa – Kari Jepang atau Kari adalah salah satu masakan populer di Jepang. Hidangan ini biasanya disajikan dalam tiga bentuk utama: nasi kari, karē udon, dan karē-pan. Nasi kari Jepang biasanya secara sederhana disebut kare.

Berbagai jenis sayuran dan daging digunakan untuk membuat kari Jepang. Setiap negara memiliki kari dengan tampilan masing-masing, begitu juga dengan Jepang. Negara di kawasan Asia Timur ini gak cuma terkenal dengan segarnya sashimi, rasa kari-nya pun berciri khas dan istimewa.

Jika kamu mengira kari khas Jepang hanya berbahan daging ayam, sapi, atau pun babi, itu salah besar! Ternyata kari banyak jenisnya, lho. Dan lima jenis kari khas Jepang berikut ini terbilang unik karena menggunakan bahan tak biasa. Sudah tahu?

1. Nashi kare
5 Jenis Kari di Jepang yang Menggunakan Bahan Tak Biasa, Berani Coba?

Nashi kare populer di Prefektur Tottori. Kari satu ini terbuat dari buah pir nashi segar yang diiris kecil-kecil. Tak sedikit orang Jepang khususnya yang bertempat tinggal di prefektur yang disebutkan tadi, memberi bahan tambahan ke dalam kari seperti daging giling atau seafood.

Karena rasanya cenderung manis, tak semua orang menikmati nashi kare dengan nasi. Ada pula yang mengombinasikannya dengan salad sayur maupun roti.

2. Ringo kare
5 Jenis Kari di Jepang yang Menggunakan Bahan Tak Biasa, Berani Coba?

Beda lagi dengan masyarakat Jepang yang berdomisili di Prefektur Nagano dan Aomori. Masyarakat setempat senang mengolah apel menjadi kare bercita rasa unik yang  bernama ringo kare.

Saking populernya di kedua prefektur tersebut, sekarang ini bisa sekali menjumpai ringo kare dalam bentuk siap makan, lho. Jadi, masyarakat wilayah tersebut tak perlu capai-capai lagi membuatnya.

3. Goya kare
5 Jenis Kari di Jepang yang Menggunakan Bahan Tak Biasa, Berani Coba?

Buat kamu penggemar berat pare, bisa nih, kuliner asal Jepang ini dijadikan inpirasi dalam mengolah sayuran yang terkenal pahit tersebut. Karena goya kare bebahan utama pare yang bisa dikolaborasikan dengan kacang-kacangan.

Goya kare sendiri amat disukai oleh penduduk Jepang yang bermukim di Okinawa. Makanan berbahan pare ini jadi favorit kedua masyarakat setempat setelah goya champuru, semacam tumis pare yang lezat.

4. Kujira kare
5 Jenis Kari di Jepang yang Menggunakan Bahan Tak Biasa, Berani Coba?

Ada yang berani mencicipi kujira kare? Kari yang populer di Prefektur Wakayama, ini berbahan utama dari daging ikan paus, lho. Di Jepang sendiri, paus merupakan ikan yang dilegalkan untuk diburu.

Hal tersebut dilandasi dengan tradisi turun temurun orang Jepang yang gemar berburu ikan paus sehingga sulit melepaskan kebiasaan tersebut.

Sempat disorot dunia karena melakukan perburuan paus, membuat Jepang sempat vakum. Tak lama, Jepang kembali melakukan perburuan ikan paus, yang mana daging ikan tersebut dijual dalam bentuk makanan kaleng.

5. Ezoshika kare
5 Jenis Kari di Jepang yang Menggunakan Bahan Tak Biasa, Berani Coba?

Pulau Hokkaido merupakan destinasi terbaik di Jepang untuk menikmati musim dingin. Pemandangannya yang indah, didukung dengan kulinernya yang seirama. Salah satunya adalah ezoshika kare.

Kari nan lezat tersebut terbuat dari daging rusa, lho. Makanan ini biasanya jadi incaran wisatawan usai melakukan aktivitas outdoor saat musim dingin, karena mampu menghangatkan tubuh dari dalam.

Tuh, kan, kari di Jepang cukup beragam jenisnya. Ada beberapa yang masih mudah dijumpai hingga sekarang, lho. Maka dari itu, bila kamu liburan ke salah satu prefektur asal kari yang unik tadi, sempatkan untuk mencicipinya, ya.

Berbagai jenis sayuran dan daging digunakan untuk membuat kari Jepang. Sayuran dasar adalah bawang bombai, wortel, dan kentang. Untuk daging, daging sapi, babi, dan ayam adalah yang paling populer. Katsu-karē adalah daging babi goreng tepung disajikan dengan saus kari.

kari mulai diperkenalkan ke Jepang pada masa Era Meiji (1868–1912) oleh Inggris, yang kala itu menjajah India. Hidangan ini menjadi demikian populer dan dapat dibeli di pasar swalayan pada tahun 1960-an. Hidangan ini telah teradaptasi dengan selera Jepang, dan dikonsumsi begitu meluas sehingga ada yang menyebutnya masakan nasional.