Beberapa Manfaat Lain dari Tidur Telentang Bagi Kesehatan

Beberapa Manfaat Lain dari Tidur Telentang Bagi Kesehatan

Beberapa Manfaat Lain dari Tidur Telentang Bagi Kesehatan – Apabila waktu tidur bukan lagi jadi masalah buatmu, posisi tidur kini juga bisa menjadi salah satu yang mempengaruhi kesehatanmu. Bagaimana posisi kita tidur menentukan kesehatan kita di keesokan paginya. Berbagai posisi dilakukan orang agar bisa tidur dengan nyenyak. Ada yang tidur miring, tengkurap, meringkuk seperti bayi, atau telentang.

Bermacam-macam posisi tidur, seperti telentang, menyamping, meringkuk, dan tengkurap masing-masing memiliki manfaat dan juga dampak buruknya masing-masing bagi kesehatan. Setiap posisi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun posisi telentang saat tidur dinilai salah satu yang paling baik untuk kesehatan.

Tidur telentang dapat mengurangi tekanan pada tulang belakang seperti berdiri tegak. Selain itu, mengistirahatkan tulang belakang ketika berbaring ditambah dengan bantal yang nyaman bisa mempertahankan lekukan alami tulang belakang. Dikutip dari idn poker android Tak hanya mengurangi nyeri tulang belakang, masih ada beberapa manfaat lain dari tidur telentang. Seperti berikut ini.

1. Dapat mencegah jerawat
Ini 5 Alasan Tidur Telentang Paling Bagus untuk Kesehatan

Dilansir Healthline, tanpa orang sadar,sarung bantal mudah menyerap kotoran di wajah serta rambut dan menempel di kulit wajah ketika tidur. Ini bisa menyebabkan masalah kulit seperti komedo, jerawat, dan iritasi kulit.

Dengan tidur telentang yang benar bisa mencegah tranfer kotoran dari sarung bantal  ke wajah. Agar nyaman tidur telentang, cobalah menggunakan bantal bundar di bawah leher, kemudian taruh bantal rata di bawah kepala. Tambahkan juga bantal di bawah lutut, punggung bawah, dan kasur yang mendukung.

2. Dapat mengurangi penumpukan lendir di hidung
Ini 5 Alasan Tidur Telentang Paling Bagus untuk Kesehatan

Tidur dengan kepala yang lebih tinggi dari jantung dapat mencegah penyumbatan saluran hidung. Jika kepala menunduk atau miring ke samping, lendir akan menumpuk di hidung.

Dengan menopang kepala dan tidur posisi telentang, gravitasi akan membantu menjaga saluran udara terbebas dari lendir. Bukan hanya itu, berdasarkan ulasan National Library of Medicine 2016, meninggikan kepala untuk pasien GERD terbukti mengurangi paparan asam di kerongkongan. Lebih lenjut, tidur dalam posisi ini juga dapat meredakan GERD meski tanpa obat.

3. Mencegah kerutan pada wajah
Ini 5 Alasan Tidur Telentang Paling Bagus untuk Kesehatan

Sebuah penelitian yang ditulis dalam Aesthetic Surgery Journal tahun 2016, memperlihatkan bahwa menekan wajah ketika tidur bisa menekan kulit. Lama kelamaan, kebiasaan tersebut bisa menyebabkan kerutan wajah.

Biasanya kerutan di wajah lebih cepat terjadi pada orang yang tidur miring atau tengkurap. Sedangkan tidur telentang justru bisa membantu mencegah kerutan di wajah dengan diimbangi hidup sehat.

4. Mengurangi sakit kepala cervicogenic
Ini 5 Alasan Tidur Telentang Paling Bagus untuk Kesehatan

Sakit kepala cervicogenic bisa diatasi dengan tidur telentang. Sakit kepala yang berasal dari tulang belakang leher ini sering dianggap sebagai migrain, padahal keduanya berbeda. Cervicogenic merupakan sakit kepala yang disertai dengan nyeri di sisi kepala atau wajah dan nyeri di leher. Sedangkan migrain hanya sakit di sisi kepala tanpa disertai nyeri leher.

Untuk lebih jelasnya, dari laman Web MD, cervicogenic timbul karena gerakan leher yang tiba-tiba. Sakit kepala ini juga bisa terjadi ketika leher di posisi yang sama dalam waktu lama.  Bukan hanya nyeri di kepala, tanda lainnya dari sakit kepala cervicogenic adalah leher kaku, sakit ketika bersin atau batuk, sakit di dekat mata, sensitif terhadap bising atau cahaya, pandangan kabur, saraf terjepit, dan perut sakit.

Untuk menjaga agar kepala tidak semakin terasa nyeri, posisikanlah tulang belakang, leher, dan kepala dalam posisi netral dengan cara tidur telentang.

5. Melegakan pernapasan
Ini 5 Alasan Tidur Telentang Paling Bagus untuk Kesehatan

Apakah kamu merasa sesak napas ketika tidur menyamping atau tengkurap? Jika iya, cobalah untuk tidur telentang. Dalam laman Health Line, tidur yang tengkurap atau menyamping membuat diagframa pada dada tertekan sehingga pernapasan jadi lebih pendek. Ini tidak terjadi saat tidur telentang.

Beberapa penelitian yang ditulis dalam Frontiers in Psychology tahun 2017, mengaitkan hubungan pernapasan dengan diagrama dada. Hasilnya diagframa yang tidak tertekan saat tidur akan membuat orang yang bangun tidur memiliki mood yang baik dan stres berkurang.