Beberapa Jamu Pelancar Haid yang Sering Dikonsumsi Perempuan

Beberapa Jamu Pelancar Haid yang Sering Dikonsumsi Perempuan

Beberapa Jamu Pelancar Haid yang Sering Dikonsumsi Perempuan – Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal. Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti  rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang, dan buah. Jamu adalah minuman kesehatan yang banyak dikonsumsi di Indonesia, baik sebagai cara untuk menjaga kesehatan maupun mengatasi gangguan kesehatan tertentu.

Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya. Bahkan ada pula jamu yang ditambah dengan anggur. Nah, ternyata jamu pun juga cukup banyak dikonsumsi perempuan sebagai pelancar haid atau menstruasi.

Berikut ini adalah beberapa jamu pelancar haid yang sering dikonsumsi perempuan, baik untuk mengatasi masalah seputar gejala haid maupun siklus haid yang tidak lancar.

1. Jamu pelancar haid ada beragam
5 Info Terkait Jamu Pelancar Haid, Bukan Sekadar Mitos!

Sebelum atau saat menstruasi, perempuan pasti sudah tak asing lagi dengan keluhan kram perut atau nyeri haid. Untuk meredakannya, banyak yang mengandalkan beragam bahan tradisional yang alami.

Salah satu bahan alami yang kerap digunakan untuk mengatasi atau mengurangi gejala kram perut meliputi:

  • Pepaya
  • Nanas
  • Wortel
  • Jahe
  • Cuka apel
  • Kayu manis
  • Kunyit
2. Khasiat juga termasuk melancarkan siklus haid
5 Info Terkait Jamu Pelancar Haid, Bukan Sekadar Mitos!

Bahan-bahan alami yang disebutkan di atas tadi juga diketahui memiliki khasiat untuk melancarkan siklus haid.

Sebagai contoh, menurut laporan dalam American Journal of Obstretrics and Gynecology, kayu manis memiliki kandungan untuk meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh. Hormon insulin sendiri dikatakan berhubungan dengan siklus haid dan mampu meredakan gejala kram perut.

Selain itu, cuka apel juga bisa dimanfaatkan untuk dibuat campuran jamu untuk meredakan kram perut saat haid. Sebuah laporan berjudul “Intake of vinegar beverage is associated with restoration of ovulatory function in women with polycystic ovary syndrome” dalam The Tohoku Journal of Experimental Medicine tahun 2013 menyebut kalau ada asosiasi yang cukup kuat antara cuka apel dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS), kondisi yang dapat mengganggu kelancaran siklus menstruasi.

Layaknya kayu manis, cuka apel dikatakan mampu meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, sehingga membantu fungsi ovulasi menjadi normal.

3. Bisa juga dimanfaatkan untuk pencegah kehamilan?
5 Info Terkait Jamu Pelancar Haid, Bukan Sekadar Mitos!

Ada efek lain yang bisa didapat dari mengonsumsi jamu pelancar haid, yaitu adanya kemampuan untuk mencegah kehamilan. Bukan cuma untuk perempuan, tetapi juga untuk laki-laki.

Menurut penelitian dari School of Medicine, West Virginia University, Amerika Serikat, pada 2011, kunyit disebut mengandung zat diferuloylmethane yang memengaruhi fungsi sperma.

Penelitian dilakukan dengan meneteskan ekstrak kunyit ke sampel sperma. Hasilnya, kecepatan gerak renang sperma terlihat terhambat. Namun, itu terjadi jika kunyit diberikan dalam konsentrasi yang tinggi. Sperma yang bergerak lambat ini besar kemungkinan akan mati lebih cepat dan menyebabkan tidak terjadinya kehamilan.

Untuk perempuan, kandungan diferuloylmethane dalam kunyit disebutkan bisa menghambat pematangan sel telur atau ovulasi.

4. Ada yang mengatakan bahwa jamu pelancar haid bisa dijadikan sebagai alat aborsi
5 Info Terkait Jamu Pelancar Haid, Bukan Sekadar Mitos!

Ada beberapa pemberitaan yang mengatakan kalau jamu pelancar haid sering disalahgunakan sebagai alat untuk aborsi atau penggugur kandungan. Memang, ada khasiat dari beberapa bahan jamu untuk mencegah kehamilan. Namun, untuk aborsi, ini cuma mitos.

Memang, dokter tidak merekomendasikan jamu pelancar haid untuk dikonsumsi saat hamil. Alasannya adalah jamu-jamu tersebut, walaupun berasal dari bahan alami, tetapi tidak pernah melalui uji klinis, sehingga dampak dan keamanannya dipertanyakan. Selain itu, tidak ada pula patokan tentang jumlah atau dosis konsumsi amannya.

5. Sebaiknya hindari mengonsumsi jamu saat hamil dan konsultasikan dulu ke dokter
5 Info Terkait Jamu Pelancar Haid, Bukan Sekadar Mitos!

Itulah informasi seputar jamu pelancar haid. Walaupun terbuat dari bahan alami, baiknya konsumsinya tetap perlu hati-hati dan jangan dikonsumsi saat sedang hamil.

Bila mengalami masalah seputar menstruasi, misalnya siklus haid tidak lancar selama berbulan-bulan atau mengalami kram perut yang amat menyakitkan serta adanya gejala lainnya yang tidak biasa, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar bisa diketahui penyebabnya dan mendapat perawatan yang tepat.